-->

Kronik Toggle

Words on Wheels Diluncurkan

Sebuah proyek multi-dimensi berjangka tiga tahun yang berbasis perpustakaan berjalan diluncurkan pada (27/9) lalu di Bandung. Proyek ini bertujuan mengembangkan budaya belajar kepada anak-anak demi mendapatkan pengalaman baru melalui kecukupan buku-buku, internet, dan berbagai kegiatan pendidikan lewat pertukaran antar budaya. Ide dari Singapore International Foundation (SIF) ini diresmikan dengan nama Words on Wheels (WOW).

WOW Bandung diimplementasikan bermitra dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (BAPUSIPDA) Jawa Barat, lembaga utama dari pihak pemerintah yang menyediakan layanan perpustakaan di Bandung. Proyek ini di sponsori oleh UBS AG, sebuah lembaga institusi keuangan global dengan program yang sudah kuat dalam hal program-program pengembangang komunitas di Indonesia, dan didukung oleh National Library Board (NLB) Singapura.

Dalam tiga tahun ke depan, WOW Bandung akan mengunjungi 15 sekolah dengan sistem rotasi harian selama hari kerja. Kunjungan ini akan menjangkau lebih dari 4.000 siswa yang berasal dari berbagai latar belakang ekonomi sosial yang juga memiliki tingkat pengalaman dan akses yang bervariasi dalam segi membaca, materi pendidikan serta pembelajaran yang dibutuhkan. WOW Bandung adalah perpustakaan keliling yang dilengkapi dengan koleksi lebih dari 1.000 Buku Bahasa Inggris dan Indonesia, serta akses jaringan Internet dan fasilitas multimedia.

Kunjungan ke sekolah akan dilakukan oleh staf BAPUSIPDA pustakawan dan didukung oleh sejumlah relawan dari Singapura. Mereka akan mengadakan kegiatan dan aktivitas pendidikan untuk membimbing para siswa dalam berbagai jenis pengalaman belajar, di luar apa yang mereka telah pelajari dari buku yang mereka baca.  Mulai dari berbagi macam cerita-cerita interaktif hingga pelatihan-pelatihan keterampilan seperti pemahaman antar budaya, pemahaman lingkungan hidup serta prakteknya, dan juga membuat presentasi yang efektif.

Semua latihan dan aktivitas ini akan memberi mereka pengetahuan dan informasi baru, serta kreativitas di luar kurikulum sekolah mereka yang juga memberdayakan mereka untuk menciptakan peluang  dan kualitas kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri. Konten dari sesi-sesi ini akan dirangkum oleh SIVs dengan tujuan membekali murid- murid di Indonesia dengan keterampilan yang praktis.

Ade Ryani

*)Nova, 29 Sptember 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan