-->

Kronik Toggle

Tiga Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Dipenjarakan

Jika dulu mungkin korupsi dana perpustakaan jarang yang terbongkar karena mungkin alasan minimnya pengawasan. Namun sekarang sudah banyak pihak yang peduli dan terus mengawasi terkait dana perpustakaan di berbagai daerah menyebabkan lebih ketat pengawasan terkait dana anggaran perpustakaan.

Terlebih saat ini sudah banyak mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan yang memang sudah sewajibnya ikut berperan mengawasi jika ada tercium adanya korupsi dana perpustakaan. Tiga Tersangka Kasus Perpustakaan Digital di Samarinda yang sudah dipenjarakan.

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi Perpustakaan Digital senilai Rp 4,2 miliar di Dinas Pendidikan Kaltim langsung ditahan dan digiring Tim penyidik Pidsus Kejati Kaltim ke Rumah Tahan Negara (Rutan) Klas II A Sempaja Samarinda, Senin (17/9/2012) sore.

Ketiga tersangka yang ditahan itu adalah, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Proyek Hidayat, Kuasa Pengguna Anggaran Rifai dan Sub Kontraktor Drajat. Sementara satu tersangka lainnya Kaswiansyah, Direktur PT Arsindo selaku kontraktor pelaksana proyek tidak memenuhi panggilan Tim penyidik Kejati Kaltim dengan alasan sakit dan masih berobat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kaswiansyah dilaporkan menderita penyakit jantung.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Muhammad Salim melalui Asisten Pidana Khusus Risal Nurul Fitri SH, MH mengatakan, ketiga tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan sejak pagi tadi oleh tim penyidik.

“Penahanan kita lakukan dengan alasan subyektif dan obyektif,” tegas Risal kepada Tribun Kaltim (Tribun Network) di ruang kerjanya, Senin (17/9/2012).

Pantauan Tribun Kaltim, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejati selama kurang lebih 5 jam. Setelah diperiksa, ketiganya langsung diminta menandatangani surat pernyataan penahanan selama 20 hari kedepan. Tak lama kemudian, ketiganya langsung dibawa keluar dari Kantor Kejati menuju mobil tahanan.

Setelah itu mereka langsung diberangkatkan petugas menuju Rutan Sempaja Samarinda pukul 16.40 Wita, dengan menggunakan mobil tahanan KT 7053 B dan dikawal dua mobil Kijang Innova.

Risal mengatakan, untuk tersangka Kaswiansyah akan ditahan setelah keluar dari RS Harapan Kita.

“Surat keputusan penahanan Kaswiansyah sudah ada dan sudah ditandatangani, jadi tinggal kita eksekusi dan tunggu dia keluar dari rumah sakit,” kata Risal.

Proses penyidikan kasus ini masih terus berlanjut dan tidak tertutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka baru lagi, tergantung pada hasil penyidikan.

“Tersangka awalnya kita tetapkan tiga orang, terus bertambah satu tersangka lagi yakni Rifai selaku KPA, sehingga menjadi empat orang. Keempatnya tadi kita panggil untuk menjalani pemeriksaan dan penahanan, namun ada satu orang yang tidak memenuhi panggilan yakni Kaswiansyah. Dia tidak hadir dengan alasan sakit,” terang Risal.

Adapun modus dari kasus korupsi proyek pengadaan perpustakaan digital di Disdik Kaltim adalah, barang-barang yang diadakan palsu dan tidak sesuai spek (spesifikasi). Selain itu kontraktor pemenang tender mensubkan ke perusahaan lain untuk mengadakan barang tersebut sehingga menyebabkan kerugian negara miliaran rupiah.

Dari hasil perhitungan sementara Tim Penyidik Kajati, jumlah kerugian negara dari pengadaan software palsu mencapai Rp 1,2 miliar. Kerugian negara kemungkinan besar masih bertambah lagi, karena sebagian besar barang-barang yang diadakan tidak sesuai spek.

*)Tribunnews, 17 September 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan