-->

Kronik Toggle

Ratusan Buku KIR Palsu Beredar di Samarinda

SAMARINDA – Beberapa kasus kecelakaan lalu lintas di Samarinda ternyata menguak fakta baru. Ternyata, buku uji kelayakan kendaraan umum (KIR) yang dipegang oleh sedikitnya ratusan pengemudi truk di Samarinda adalah palsu dan tidak diakui sesuai perundangan yang berlaku.

Belum lagi, kendaraan yang beroperasi bernomor polisi luar daerah Samarinda. Anehnya, semua buku KIR palsu tersebut tertera dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) kota Bontang.

“Ya, kami temukan ratusan buku KIR palsu yang tertera dikeluarkan Dishub Bontang. Kami sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini,” kata Agus Tri, Sekretaris Dinas Perhubungan Samarinda.

Menurut Agus Tri, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012 tidak dikenal buku Surat Keterangan uji KIR sementara dan hanya ada buku uji KIR asli.

“Makanya itu palsu, tidak pernah Dishub dimanapun memgeluarkan buku uji KIR Sementara.

Karena proses uji KIR itu tidak memakan waktu lama, satu hari bisa kita lakukan makanya tidak ada namanya surat sementara. Itu palsu,” tegasnya.

Terkait apakah adanya buku KIR palsu dikarenakan pemilik kendaraan merasa yakin bahwa kendaraannya tidak akan dinyatakan layak jalan oleh Dishub Samarinda, Agus Tri mengatakan sedang mendalami kasus ini.

“Memang kalau di beberapa daerah seperti Samarinda, Balikpapan, Tenggarong itu tidak akan lolos uji KIR. Kenapa mereka memilih melakukan KIR di Bontang, itu terserah anda menyimpulkannya apa. Kalau seperti di Samarinda, kita memakai sistem komputer. Jadi, ketidaklayakan akan kelihatan. Kalau Bontang, setahu saya mereka masih manual,” kata Agus.

Terkait banyaknya kendaraan yang beroperasi bernomor polisi luar Samarinda, menurutnya bisa saja kendaraan tersebut beroperasi di Samarinda dan melakukan uji KIR di Samarinda dengan membawa surat Numpang Uji (NU) KIR Di Samarinda dari daerah asalnya.

*)Tribunnews, 7 September 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan