-->

Perpustakaan Toggle

Perpustakaan Soeman Hasibuan

Perpustakaan delapan lantai itu berdiri megah di Jl Sudirman, Pekanbaru, persis bersebelahan dengan Kantor Gubernur Riau. Gedung yang dulunya merupakan bekas gedung DPRD Riau ini diapit dua gedung megah lainnya, sebelah selatan ada Bank Indonesia (BI) dan sebelah utara ada Kantor Gubernur Riau. Gedung pustaka Soeman HS ini terkesan unik dan eksotis. Bentuk bangunan dari kejauhan seperti atap gedung saling menyilang setengah lingkaran, tak ubahnya sebagai meja tempat untuk membaca Al Quran. Bentuk ini sebagai filosofi akan ajaran Islam yang erat dengan budaya Melayu.

Mulai beroperasi sejak 2008 gedung ini memiliki fasilitas khusus Bilik Melayu dengan koleksi berbagai karya tulis tentang Melayu dan juga sejumlah salinan naskah kuno. Sejak dibuka, perpustakaan ini direncanakan menjadi E-Pilot National Project percontohan Perpustakaan di Indonesia.  Gedung yang menelan dana Rp 144 miliar ini memiliki daya tampung 1.000 pengunjung. Sebagai daya tarik, gedung ini dindingnya dilapisi kaca transparan. Sehingga dari ketinggian gedung pengunjung juga dapat menikmati keindahan kota.

Di perpustakaan ini terdapat 239.032 eksemplar buku. Berbagai bacaan tersedia di sana, mulai buku pendidikan, untuk mahasiswa, umum dan buku untuk anak-anak. Secara umum, di lantai dasar khusus untuk taman bacaan anak-anak. Sedangkan di lantai dua taman bacaan untuk remaja. Lantai tiga taman bacaan untuk orang dewasa dan tersedia bilik Melayu yang menyediakan bacaan khusus tentang Melayu. Sedangkan lantai empat dan lima tersedia ruang konferensi, referensi dan teknologi informasi. Sedangkan lantai enam tersedia ruangan diskusi dan serbaguna. Masyarakat yang berminat membaca buku di Perpustakaan Soeman Hasibuan dapat menikmatinya dengan gratis.

Kendati di pustaka ini sudah banyak buku yang tersedia, namun bukan berarti sudah dapat mencukupi dari kebutuhan yang ada. Pemprov Riau selain menyediakan buka sendiri, namun tetap mengajak masyarakat maupun perusahaan untuk dapat menyumbangkan buku di pustaka tersebut.

Di sana pengunjung begitu dimanja. Bagi pengunjung yang ingin membaca buku, tinggal menyebut judul buku ke petugas piket. Di perpustakaan sudah ada sistem komputerisasi yang melacak judul buku yang diinginkan. Dari komputer itu akan diketahuan ada atau tidaknya buku yang dinginkan. Bila buku yang diinginkan pengunjung terdapat di perpustakaan itu, petugas akan memberitahukan letak buku tersebut.

Tidak hanya dimanjakan dengan berbagai jenis buku. Pengunjung pustaka ini juga dimanjakan dengan Wifi serta tersedianya aula untuk rapat dan ruang kedap suara. Bagi pengunjung yang membawa laptop, bisa mengakses internet tanpa dipungut biaya. Perpustakaan modern ini pun di lantai dasar dilengkapi cafe yang sangat terkenal di Pekanbaru, yakni kopi Kimteng.

Perpustakaan yang merupakan bangunan milik Pemprov Riau itu diberi nama Soeman Hasibuan untuk mengenang nama besar Soeman Hasibuan berdarah Batak yang dikenal sebagai sastrawan ulung yang ada di Riau. Salah satu karya sastranya yang cukup terkenal adalah “Mencari Pencuri Anak Perawan” yang terbit tahun 1932.

Sayangnya, karena Soeman Hasibuan berdarah Batak, nama perpustakaan ini pun disingkat menjadi Soeman Hs. Marga Batak Hs yang artinya Hasibuan tidak terlalu ditonjolkan.

*)Berbagai sumber

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan