-->

Perpustakaan Toggle

Perpustakaan Ababil Airline

Di TK Yayasan Al Falah Desa Oro oro Ombo Kota Batu terdapat sebuah pesawat. Bukan replica atau sekedar bangunan yang menyerupai pesawat, namun pemilik yayasan sengaja membeli pesawat bekas tersebut dan diletakkan di halaman sekolah. Pesawat jenis Howker Sidely buatan Inggris tahun 1982 ini memang sudah tidak diterbangkan lagi, tetapi disulap jadi ruang perpustakaan.

Menurut Rahma Widianita kepala sekolah TK Al Falah pesawat yang diberi nama Ababil Airline barus sekitar sebulan mendarat di halaman sekolah.

Ini kalau sekarang dalam perbaikan pemasangan ini alat-alat dipasang didalam ada kursi peswat itu akan dipasang kursi sesungguhnya gitu sekarang kursi-kursi sudah ada, trus cockpit juga dibuat seperti itu tetap seperti pesawat sungguhan, terus kebelakang itu ada kamar mandi, kebelakang ada rak itu nantinya rak itu disetting untuk perpustakaan

Anak-anak sudah banyak yang berebut untuk membaca di perpustakaan pesawat ini. Perpustakaan di dalam pesawat ini mampu mendorong kegemaran anak untuk membaca.

Rahma mengaku anak-anak khususnya TK kelas B kerap tidak sabar untuk bisa belajar di kelas pesawat itu.

iya, yang belum anak-anak memang cenderung, kita sebenarnya harus mempersiapkan buku yang memang kekanak-kanakan artinya banyak gambar, menarik, jadi dari kecil sudah diperkenalkan dengan perpustakaan, setiap ada event bukan event tapi emang kita jadwalkan setiap minggu keberapa gitu anak playgrup ke perpustakaan, selanjutnya itu TK B gitu

Sayangnya Kata Rahma perpustakaan ini tidak untuk umum. Pesawat yang diberi nama Ababil Airline hanya untuk anak-anak yang bersekolah di TK AL Falah saja.

Menurut Ketua Yayasan Al Falah, H Zainul Arifin menuturkan dengan dibukanya kelas pesawat yang diberi nama Ababil Air ini menambah motivasi belajar anak di TK yang terletak di desa Oro-oro Ombo ini.

“Dengan keberadaan pesawat ini kami berharap ada motivasi bagi anak-anak, selain itu anak-anak silahkan mempunyai cita-cita setinggi langit,” ujar Zainul Arifin.

Di sana nanti, mereka bisa bermimpi menjadi pilot atau pramugari. Sebab, selain belajar seperti TK pada umumnya, para siswa diajak untuk beraksi menyetir pesawat.

“Yang Jelas, pembelajarannya unik. Di dalam pesawat dipasang layar lebar untuk video. Mereka akan menonton film-film Islami dan do’a-do’a,” ujar Zainul.

Pesawat itu dia beli dari sebuah lelang dengan nilai sekitar 60 ribu dolar AS atau sekitar Rp 550 juta pada pertengahan Desember 2011.

‘’Sebenarnya pesawat itu masih bisa terbang. Tapi demi pendidikan, lebih baik pesawat itu parkir di halaman TK untuk belajar siswa,’’ kata Zainul, pengusaha yang berkecimpung di bidang perbaikan pesawat di Juanda, Surabaya itu.

Pesawat yang sebelumnya digunakan maskapai Bali Air ini kondisinya masih baik termasuk instrument di dalam kokpit pesawat. Pada 1 April sekitar pukul 01.30, tiga truk trailer membawa badan pesawat dan sayap menyisir jalan dari Juanda Sidoarjo ke Kota Batu. Empat teknisi menyelesaikan pemasangan kembali pesawat hingga bisa berfungsi seperti sekarang ini. Seluruh kabin pesawat itu disulap menjadi ruang belajar. Di dalamnya juga dipasang media pembelajaran multimedia. Sedangkan kokpit tetap tak berubah, difungsikan untuk mengenalkan siswa terhadap dunia dirgantara. Adapun ruang kargo, diubah menjadi perpustakaan berjajar rak berisi buku bacaan anak-anak.

Selain untuk belajar anak -anak dari PG-TK Al-falah,  kelas ini juga dibuka untuk siswa dari sekolah lain di kota Batu maupun luar kota. Untuk itu disediakan kru pesawat dari guru Al Falah serta instruktur dari Lanud Abdul Rahman Saleh.

*)Disalin dari berbagai sumber

1 Comment

Dewi - 31. Okt, 2012 -

Subhanallah! Smg Al-Falah terus berjaya dan memberikan manfaat pendidikan khususnya keagamaan bagi anak didiknya, amin. Dan menjadi Al-Falah yg mendunia, amin…amin..

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan