-->

Kronik Toggle

Pedagang Buku Menolak Digusur

MEDAN-Pedagang buku Lapangan Merdeka siap melawan rencana pemindahan lokasi usaha mereka untuk pembangunan taman parkir City Airport Terminal (CAT) Kota Medan sekaligus sky-bridge yang menyambung ke Terminal City Check In Stasiun Kereta Api Medan.

Ketua Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka (Aspeblam) Donald Sitorus mengatakan, para pedagang telah bertemu dengan Camat Medan Barat, Rabu (29/8) kemarin. Namun, hasil pertemuan tidak memuaskan karena camat hanya memaksakan kehendak dan tidak mengerti permasalahan.

“Camat bilang, 20 pedagang kios di ujung harus segera dipindahkan. Tapi, sewaktu kami tanya kapan waktu pindah, camat mengaku tidak tahu. Ditanya tentang bagaimana kondisi di Lapangan Mandala, dia juga tidak tahu,” katanya, Kamis (30/8/2012).

Sitorus mengatakan, pertemuan kemarin hanya pemaksaan kehendak pemko dan mereka siap untuk melawan rencana pemindahan mereka ke Lapangan Mandala yang merupakan aset PT Kereta Api Indonesia.

“Kami akan melawan. Ya perlawanan yang tidak melanggar hukum. Mungkin kami akan demo, menuntut ke pengadilan, atau melapor ke Komnas HAM,” ucapnya.

Selasa lalu, Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut-Medan M Nasir bertemu dengan Wali Kota Rahudman Harahap untuk membahas proyek ini. Dalam pertemuan ini, Rahudman memerintahkan bawahannya untuk segera melakukan sosialisasi rencana proyek kepada para pedagang buku dan segera mendapat persetujuan mereka untuk pindah ke Lapangan Mandala.

Donald Sitorus mengaku, sampai sekarang dirinya tidak mengerti mengapa parkir harus dibangun di Lapangan Merdeka.

*)Tribunnnews, 30 agustus 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan