-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Ketiga September 2012

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah.

The Journey of Euro Asia

Karya Irvan Sihombing

Resensi ditulis Riky Ferdianto

Dimuat KORAN TEMPO, 16 April 2012

Ekspedisi itu dimulai pada tahun lalu, tepat saat perayaan hari kemerdekaan negara ini. Dari Jakarta, 13 orang menjajal kisah petualangan mereka. Menyusuri lembah, pantai, pegunungan, dan kota-kota besar di 15 negara yang terhubung dalam jalur sutra. Dengan kendaraan jenis SUV (sport utility vehicle), tim yang didukung sejumlah perusahaan nasional ini berhasil menuntaskan misi mereka: menjejakkan kaki di Kota Roma, Italia, setelah menempuh perjalanan darat sepanjang 24 ribu kilometer. Kisah petualangan itu mereka tuangkan dalam buku The Journey of Euro Asia.

Bonek, Komunitas Suporter Pertama dan Terbesar di Indonesia

Karya Fajar Junaedi

Resensi ditulis R.N. Bayu Aji

Dimuat JAWA POS, 16 September 2012

Sepak bola dan suporter adalah dua sisi mata uang. Tak bisa dipisahkan. Dan, seiring semakin berkembangnya disiplin ilmu sosial, fans sepak bola pun tidak hanya dikaji dari satu aspek pendekatan. Kepedulian sisi politis, sosial dan peran media massa membuat para akademisi lebih memandang suporter dengan berbagai macam pendekatan.  Di Indonesia terdapat banyak sekali komunitas sepak bola. Salah satu di antara komunitas-komunitas itu bonek, yakni kelompok suporter fanatik pendukung klub Persebaya Surabaya. Apabila berbicara tentang bonek sekarang ini, sering yang terlintas dalam pikiran adalah suporter yang identik dengan kekerasan dan label negatif. Hal itulah yang sebagian dijelaskan Fajar Junaedi dalam bukunya yang berjudul Bonek, Komunitas Suporter Pertama dan Terbesar di Indonesia.

Dilema Bangsaku Pandangan Seorang Dokter

Karya dr Ario Djatmiko

Resensi ditulis Sam Abede Pareno

Dimuat JAWA POS, 16 September 2012

Buku ini merupakan kumpulan opini yang dimuat di Harian Jawa Pos kurun waktu 1998-2012. Terdiri atas 56 judul yang merupakan isu-isu aktual yang membayangi bangsa dan negara Indonesia. Benang merah tulisan Mik–demikian dosen UNAIR dan pendiri Rumah SAkit Onkologi Surabaya (RSOS) itu biasa dipanggil. Adalah wujud dari kegundahan seorang  akademisi, yang tak hanya memiliki keterampilan dalam membedah pasien-pasiennya, melainkan pula mempunyai daya kritis yang tajam dalam membedahkan persoalan bangsa dan negara. Dia tak hanya “memotret” problem rumah sakit dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menyoal bidang lain, mulai politik, ekonomi, pendidikan, hukum, hak asasi manusia, bahkan hingga selebriti.

Teosofi, Nasionalisme & Elite Modern Indonesia

Karya Iskandar P Nugraha

Resensi ditulis David Reeve

Dimuat KOMPAS, 16 September 2012

Gerakan Teosofi, sejak 1880 sampai akhir 1920-an, merupakan bagian penting kehidupan intelektual dan sosial di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia, terutama di negara-negara kolinial. Adalah menarik, gerakan Teosofi di Indonesia memainkan peran penting dalam pembentukan nasionalisme dan elite modernnya. Gerakan Teosofi berhasil sampai 1920-an karena mempunyai kekuatan yang patut di perhitungkan, yaitu menawarkan prospek bagi penggunaan kebijakan Timur untuk mengatasi proses dehumanisasi kehidupan modern Barat.

Ustadz Iip Menjawab

Karya lip Wijayanto el-Bankuli

Resensi ditulis Eko Hariyanto

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 16 September 2012

Kepiawaian Ustadz lip dalam membahas masalah seputar fiqh tidak diragukan lagi. Apalagi, selain sebagai mubaligh ia juga akademisi yang banyak mengatasi masalah keumatan. Keaktifan dalam mengasuh rubrik di surat kabar dan konsultasi fiqh di radio, menjadi penguat keaktifannya berdakwah. Buku fiqh ini bisa dikatakan “buku pintari fiqh”.

Laporan Pembangunan Dunia 2011: Konflik, Keamanan dan Pembangunan (World Development Report)

Karya M Ramdhan Adi

Resensi ditulis Lilik Kurniawati Uswah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 16 September 2012

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi fakta adanya lebih dari 1,5 miliar orang hidup di daerah yang dicekam kerapuhan, konflik atau kekerasan kriminal terorganisir dalam skala besar. World Development Report 2011 (WDR) adalah buku berbahasa Inggris yang diterbitkan Bank Dunia. WDR 2011 menyajikan pengalaman negara-negara yang berhasil melewati transisi dari kekerasan berulang menuju pada kebutuhan khusus memrioritaskan tindakan membangun kepercayaan antara negara dengan warganegara.

Viktor Kaisiepo MSn, Satu Perspektif untuk Papua

Karya Willem Campschreur

Resensi ditulis Andi Andrianto

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 16 September 2012

Cerita tentang Papua, memiliki dimensi cukup luas, apalagi dalam relasi dengan Indonesia, membentangkan sejarah sepanjang Papua-Indonesia akan memunculkan pelbagai prespektif dan tafsir. Ada yang melihat keduanya dari sisi historik, filosofi, sosio-budaya, reliji bahkan politik. Dan dinamika itulah yang coba diangkat dalam buku ini.

Nasihat Untuk SBY

Karya Adnan Buyung Nasution

Resensi ditulis Mansata Indah Dwi Utari

Dimuat SUARA MERDEKA, 16 September 2012

Buku Nasihat Untuk SBY ini ditulis oleh mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) angkatan 2009, Adnan Buyung Nasution. Buku ini termasuk sederet buku yang menimbulkan kontroversi. Pasalnya, tindakan buyung menulis buku ini dinilai melanggar UU Dewan Pertimbangan Presiden. Buyung sadar bahwa keputusannya menulis pengalamannya selama menjadi anggota Wantimpres Bidang Hukum Periode 2007-2009, pasti bakal menimbulkan polemik mengingat adanya ketentuan hukum pasal 6 ayat (1) UU Dewan Pertimbangan Presiden No.19/2006, yang menyatakan : dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota Wantimpres tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak mana pun”.

Akibat Hukum Terhadap Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah

Karya Dr H Chatib Rasyid SH MH, dkk

Resensi ditulis Muh Irfan Husaeni, Sag MSI

Dimuat TRIBUN JOGJA, 16 September 2012

Walaupun Mahkamah Konstitusi (MK) telah memberi ruang kepada anak yang lahir diluar perkawinan berupa hubungan perdata dengan ayah biologisnya, bukan berarti MK meninggalkan perizinan dan merusak lembaga perkawinan yang luhur, tidak ada kalimat melegalkan putusan itu. Dalam perkara ini, MK tdak mengadili kasus perkawinan  Macicha Mochtar dengan (alm) Moerdiono, melainkan mengadili pasal yang dimohonkan judicia review oleh Pemohon, karena menurut Pemohon  Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan dianggap bertentangan dengan Pasal 28D UUD 1945. Pada bagian awal, penulis menyajikan kasus posisi antara Aisyah Mochtar alias Machica dengan Moerdiono. Hingga keluarlah putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 tanggal 17 Februari 2012.

1 Comment

Muhammad Irfan Husaini - 18. Sep, 2012 -

terimakasih infonya

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan