-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Kesatu September 2012

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Iyung Hidayah.

Blues Merbabu | 65

Karya Gitanyali

Resensi ditulis oleh Muhidin M Dahlan

Dimuat di Jawa Pos 2 September 2012

Novel dwilogi Blues Merbabu dan 65 ini berkisah tentang anak tokoh teras PKI di sebuah kota kecil Jawa Tengah. Gitanyali—nama samaran—seperti ribuan anak PKI atau mereka yang (hanya) dituduh—adalah narasi sejarah yang menyedihkan dalam sejarah keluarga Indonesia. Namun kisah mahaduka tak kita dapatkan dalam dwilogi ini. Gitanyali menyingkirkan semua narasi yang meminta “belas kasihan” pembaca kepada korban. Gitanyali memilih narasi lain, sebuah petualangan fantasi sex yang sudah dia pupuk di rumahnya sejak ia masih SD. Rangkaian petualangan sex itu disebar sedemkian rupa yang mengingatkan pada karya dengan tema serupa yang digarap Fredy S.

Negara Gagal Mengelola Konflik

Karya Novri Susan

Resensi ditulis oleh Abd . Sidiq Notonegoro

Dimuat di Jawa Pos 2 September 2012

Buku karya Novri Susan ini merupakan hasil observasi dan refleksi kritisnya terhadap berbagai kasus konflik yang berhasil dipublikasikan sebagai artikel di media massa nasional mulai 2006 hingga 2012.  Melalui buku ini pembaca akan dimudahkan dalam memahami konflik yang kerap terjadi. Karena itu, buku ini sangat layak dijadikan referensi bagi para ilmuwan sosial, mahasiswa, dan khususnya para pengambil kebijakan.

Been There Done That Got The T-Shirt

Karya Risyiana Muthia (teks), Emeralda Visua (visual)

Resensi ditulis oleh Qaris Tajudin

Dimuat di Koran Tempo 2 September 2012

Been There Done That Got The T-Shirt tentu saja bukan buku tentang bagaimana mendapatkan kaus gratisan. Idiom itu bisa digunakan untuk menggambarkan orang hidup dengan bersemangat, melakukan apa saja, mengambil semua kesempatan yang lewat atau pun tak lewat. Buku ini meminta kita melakukan hal-hal kecil. Kursus kuda lumping, membuat lagu cengeng, main hulahoop, atau kursus sajojo. Apapunlah. Yang penting, setidaknya setiap hari kita menguasai tiga keahlian baru. Kalaupun kita harus melekukan hal sama setiap hari, misalnya turun tangga kantor, cobalah dengan cara yang tidak biasa—dengan merangkak, contohnya. Hanya dengan begitu kita bisa menjadi risk taker dan adrenaline  junkie. Ujung-ujungnya, kita menjadi orang yang lebih kreatif.

Tenggelam dalam Neoliberalisme? Penetrasi Ideologi Pasar dalam Penanganan Kemiskinan

Karya Bagus Aryo

Resensi ditulis oleh Ahmad Khotim Muzakka

Dimuat di Suara Merdeka, 2 September 2012

Buku ini mencoba memberikan gambaran ekonomi  tentang esensi neoliberalisme yang didasarkan pada pemikiran dominan madzhab Chicago. Ideologi propasar ini berusaha untuk mendefinisikan kembali ranah sosial sebagai salah satu bentuk dari ranah ekonomi. Di mana manusia dapat dimanipulasi demi kepentingan masyarakat. Bagus Aryo berusaha memotret tragedi riwayat ekonomi yang meramaikan dinamika perekonomian indonesia. Di luar sengkarut teoritasi yang coba dilesakkan dalam lembar buku yang awalnya adalah hasil penelitian Bagus Aryo di University of Melbourne, buku ini tetap penting dibaca. Pembaca disuguhi pandangan Micheal Foucault tentang gavermentality. Sehubungan dengan  neoliberalisme, Foucault cenderung menjumpai satu laku refleksi kritis pada kritik pemerintahan. Kritik ini berangkat dari kepenatan terhadap pemerintahan yang kelewat batas.

Dinamika Proses Politik Anggaran

Karya Aaron Wildavsky dan Naomi Caiden

Resensi ditulis oleh Hazwan Iskandar Jaya

Dimuat di Kedaulatan Rakyat, 2 September 2012

Buku ini tidak mengupas anggaran di Indonesia. Akan tetapi Wildavsky, dalam buku ini mencoba memaknai anggaran dari prespektif institusi kunci, yaitu sesuatu yang lazim terjadi dalam proses anggaran Federal Amerika Serikat. Bagaimana politik anggaran memainkan perannya dalam mengusung kepentingan-kepentingan yang melingkupinya. Termasuk kepentingan para stakeholder pembangunan di berbagai sektor. Buku dengan judul asli The New Politics of the Budgetary Processi ini bercerita tentang perubahan dan kesinambungan, sentralisasi dan fragmentasi, Ideologi dan oportunisme, perpecahan dan kesepakatan.

HAM: Politik, Hukum, dan Kemunafikan Internasional

Karya Hamid Awaludin

Resensi ditulis oleh Hendra Sugiantoro

Dimuat di Kedaulatan Rakyat, 2 September 2012

Buku ini dihadirkan sebagai upaya untuk mengajak  segenap pihak memahami dan memperjuangkan HAM. Penulis yang juga mantan MenhukHAM menjabarkan HAM dari sisi politik, hukum, bahkan sejarah. Penulis lewat buku ini juga menyoroti kemunafikan internasional yang justru mencederai HAM. Amerika Serikat dan negara-negara kuat seringkali berstandar ganda yang justru menjadi sandungan penegakan HAM.

5 Langkah Cepat Naik Haji

Karya Adi Abdillah

Resensi ditulis oleh Suwandi, MPd.

Dimuat di Kedaulatan Rakyat, 2 September 2012

Dalam buku ini setidaknya ada 13 kisah nyata penuh hikmah si miskin yang mampu naik haji. Seperti kisah tukang becak, tukang parkir, pemilik warung yang naik haji. Naik haji tak harus kaya dan tak sesulit yang dibayangkan. Adi Abdillah berbagi pengalaman lima langkah cepat naik haji. Apa saja lima langkahnya? Pertama niat, kedua rajin menabung di bank, ketiga berdoa terus menerus, keempat visualisasi dalam arti mendekatkan sedekat-dekatnya dengan mengondisikan diri seolah impian itu akan menjadi nyata. Dan kelima jangan lupa sedekah. Buku ini cukup inspiratif, ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Sekalipun memaparkan kisahkisah sukses, namun tak terkesan menggurui.*

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan