-->

Kronik Toggle

“Bumi Manusia” Dibahas di Serbia

Pengajar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran Muhamad Adji mengakui bangunan cerita novel Pramoedya banyak dibentuk oleh tokoh perempuan, salah satunya adalah tokoh Nyai Ontosoroh dalam novel Bumi Manusia.

Hal itu disampaikan Muhamad Adji, dosen mengajar kursus di Bahasa Indonesia, Sosiologi Sastra, Sejarah Sastra Indonesia di FIB Unpad dalam acara “Cultures in Dialogue,” pada konferensi scientific internasional yang diadakan Universitas Beograd, Serbia, Sabtu siang.

Pada Konferensi yang digelar selama tiga hari sejak tanggal 28 September menampilkan pembicara dari berbagai Universitas di dunia juga hadir Dubes RI untuk Republik Serbia Samuel Samson dan staf KBRI Serbia.

Muhamad Adji yang menjadi dosen tamu di Universitas Beograd membahas “Indonesian women image in this earth of mankind by Pramoedya Ananta Toer,” mengakui bangunan cerita novel Pramoedya banyak dibentuk oleh tokoh perempuan.

Dalam novel Bumi Manusia, Muhamad Adji , mencoba mengkaji bagaimana tokoh Nyai Ontosoroh digambarkan dan bagaimana citra perempuan Indonesia dibangun dalam kaitannya dengan perjuangan bangsa Indonesia. Melalui tokoh Nyai Ontosoroh, dan juga harapan Pramoedya atas bangsa Indonesia.

Menurut Muhamad Adji, perkembangan bangsa Indonesia yang baru memiliki identitas kebangsaan sampai masa perjuangan kemerdekaan juga dapat diikuti melalui karya Pramoedya Ananta Toer.

Muhamad Adji, berbicara tentang fenomena sosial budaya Indonesia yang terepresentasi dalam karya sastra, dan pentingnya memasukkan nama Pramoedya Ananta Toer.

Dikatakannya karya-karya Pramoedya Anantra Toer termasuk ke dalam karya-karya yang sangat kaya sejarah kehidupan bangsa Indonesia melalui telaah sejarah yang sangat detail dan dalam.

“Melalui karya-karya Pramoedya Ananta Toer, dapat diikuti perkembangan bangsa Indonesia yang belum memiliki identitas kebangsaan sampai pada masa perjuangan kemerdekaan dengan memperoleh nama Indonesia,” ujarnya.

Dalam novel Bumi Manusia, Muhamad Adji mencoba mengkaji bagaimana tokoh Nyai Ontosoroh digambarkan dan bagaimana citra perempuan Indonesia dibangun dalam kaitannya dengan perjuangan bangsa Indonesia. Melalui tokoh Nyai Ontosoroh, dapat dilihat keinginan dan harapan Pramoedya atas bangsa Indonesia, ujarnya.

Muhamad Adji yang sejak tahun 2007, aktif dalam penelitian tentang bahasa, sastra, dan budaya. Beberapa hasil Penelitian adalah “Pembangunan Hubungan Pria dan Wanita dalam Sistem Patriarchal” (2009), “Akulturasi dalam Story Telling di Rancakalong Community, Sumedang, sebagai representasi perilaku Sunda menuju Lokal-Global Nilai Budaya” (2011). Selain itu Muhamad Adji pada tahun yang sama juga meneliti “Konsep Tritangtu dalam kehidupan Sunda Community”.

Buku-buku yang telah diterbitkan, antara lain Bumi saya: Bahasa dan Sastra (2006), Novel Populer pada tahun 1970 sampai 2000 (2008), Perempuan di Otoritas Patriarchal (2009), dan Kefasihan dalam bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (2010) .

Sekretaris Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Muhamad Adji, Selain mengajar saat ini, sedang mengejar gelar doktor Ilmu Budaya, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran.

Melalui Nyai Ontosoroh yang berjuang melawan budaya Jawa dan juga Eropa, Pramoedya mengharapkan perlunya kemandirian bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia berani untuk melepaskan diri dari pemerintah Hindia Belanda, seperti yang dilakukan Nyai Ontosoroh pada suaminya. Untuk mencapai ke arah tersebut, maka budaya feodal yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan harus dilawan, seperti apa yang telah dilakukan oleh Nyai Ontosoroh, demikian Muhamad Adji. (ZG)

*)Antara, 30 September 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan