-->

Kronik Toggle

Bebas, Prita Mulyasari Tulis Buku

Dua tahun lebih Prita Mulyasari, terpidana kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional, akhirnya mendapat putusan bebas dari segala dakwaan oleh Mahkamah Agung. Berliku kasus yang menderanya itu akan dituangkan Prita dalam sebuah buku.

“Rencananya saya mau menulis buku,” kata Prita Mulyasari dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa pagi, 18 September 2012. Buku itu ditulis selain untuk mengungkapkan rasa syukurnya, juga untuk berbagi kepada mereka yang tertimpa kasus sejenis.

Bagi Prita, buku itu nantinya akan menjadi ekspresi diri tentang perjalanan kasusnya. Seluk-beluk, kesulitan, halangan, dan segala macam perjalanan panjang kasus ini, terutama saat berada di dalam bui selama tiga minggu.

“Tapi lebih tentang perjalanan saya di penjara. Di dalam penjara seperti apa,” kata Prita. Mantan pegawai bank swasta ini, sempat menjalani masa-masa di dalam bui sekitar 21 hari sejak 13 Mei 2009. Sejumlah tokoh nasional bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat membesuk Prita di LP Wanita Tangerang.

Namun tiga minggu kemudian hakim mengabulkan penangguhan penahanan Prita. Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menghentikan kasus Prita melalui putusan sela pada 25 Juni lalu. Namun, jaksa mengajukan banding atas keputusan dan terkabul. Prita diputus 6 tahun penjara dan sejumlah kerugian di tingkat Pengadilan Tinggi.

Tapi, Mahkamah Agung akhirnya mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh terpidana kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional, Prita Mulyasari. Sehingga, Prita terbebas dari pidana yang sebelumnya dijatuhkan oleh majelis kasasi MA.

Bagi Prita, buku yang akan ditulis nanti akan dipersembahkan bagi buah hatinya. “Itu untuk anak-anak. Anak-anak masih kecil, biar nanti sudah besar bisa melihat,” kata Prita.

Saat ini, Prita sudah mulai menulis. Torehan kasarnya pun sudah ada dan masih perlu banyak sentuhan lagi. “Supaya nanti tidak ada masalah, tidak ada yang tersinggung. Harus dipilih bahasanya juga,” kata Prita.

*)Vivanews, 18 September 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan