-->

Kronik Toggle

Andil Buku Jihad Dalam Aksi Teror

Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di beberapa rumah terduga teroris, selain menemukan material berbahaya, juga ditemukan berbagai buku jihad. Ini tentu menjadi tanda tanya apakah buku jihad yang ditemukan turut andil mendorong para terduga teroris berani melakukan aksinya?

Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, buku jihad yang ada pada kalangan teroris memiliki isi yang berdampak negatif dan bersifat radikal.

“Ya, itu sangat mendorong dan mempengaruhi mereka, karena makna buku jihad yang dipegang teroris itu maknanya lebih kepada perang,” kata Al Chaidar, ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (12/9/2012).

Isi buku jihad, terangnya, memiliki pandangan yang antiterhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hal itu juga menjadi salah satu dorongan para teroris yang mengonsumsi bacaan pada buku itu untuk melakukan aksi mereka.

“Ya, sangat mendorong itu, sangat berpengaruh. Jadi ada semangat anti multikulturalisme, sangat negatif tentunya. Itu bisa menghancurkan tatanan pluralisme yang ada di Indonesia,” ujar Al Chaidar.

Tetapi dirinya juga menilai tidak semua buku jihad memiliki efek negatif, melainkan hanya yang ada pada kalangan teroris yang mengarahkan pada tindakan radikal. Menurut Al Chaidar, buku tersebut dulu sempat beredar umum, namun saat ini sudah tidak lagi beredar secara umum.

“Sebenarnya dulu-dulunya beredar umum, tapi sekarang ini kelihatannya hanya di kalangan teroris saja,” katanya.

Sementara itu, Al Chaidar berpendapat, jihad yang sebenarnya tidaklah melalui jalan ekstrim dan radikal. Namun, hal itu dilakukan apabila memang dalam situasi yang dibutuhkan.

“Makna jihad itu lebih kepada memperbaiki diri. Makna jihad yang sebenarnya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu. Tetapi makna perangnya benar juga, itu kalau ada keputusan perang. Sudah ada deklarasi perang. Tapi kalau tidak ada deklarasi keputusan perang, makna jihadnya tidak ada dalam makna perang,” ujarnya.

Buku jihad ditemukan di beberapa rumah yang dimasuki Densus 88. Misalnya saja di rumah pemilik bahan peledak di Tambora, M Thorik. Buku jihad juga ditemukan saat penggerebekan di sebuah rumah di RT 03 RW 08, Kampung Warung Jambu, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor

*)Kompas.com, 12 September 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan