-->

Kronik Toggle

AJI Bandar Lampung Jual Buku untuk Operasional Sekretariat

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung menggalang dana operasional sekretariat secara mandiri, yaitu melalui penerbitan buku yang ditulis para anggotanya.

Langkah ini ditandai dengan penjualan buku Mamak Kenut, Orang Lampung Punya Celoteh yang ditulis Udo Z Karzi, jurnalis Lampung Post yang juga pernah memenangi Rancage Award. Buku ini diterbitkan oleh Indepth Publishing yang merupakan unit usaha mandiri AJI Bandar Lampung.

Ketua AJI Bandar Lampung Wakos Reza Gautama, Selasa (4/9/2012), menjelaskan, salah satu tujuan penjualan buku ini adalah untuk membiayai operasional sewa rumah bangunan sekretariat AJI di Bandar Lampung. Wakos menjelaskan, untuk sewa hingga dua tahun mendatang dibutuhkan dana 20 juta. Buku ini dijual Rp 50.000 per eksemplar. Diharapkan, sebagian dana penjualan buku ini bisa untuk menutupi kebutuhan biaya sewa itu.

“Kami berupaya mengoptimalkan semua potensi anggota untuk penggalangan dana sekretariat, sebagai bentuk rasa memiliki anggota dan bukti kemandirian organisasi,” ujarnya.

Dalam waktu beberapa hari sejak diluncurkan, buku ini telah terjual 200 eksemplar, sehingga terkumpul dana 10 juta. “Kami bangga karena pembeli buku ini berasal dari berbagai kalangan. Kami berharap semua anggota akan berpartisipasi memasarkan buku ini ke publik, selain membangun juga budaya baca di Lampung,” tutur jurnalis dari Tribun Lampung ini.

Penerbitan independen Indepth Publishing merupakan penerbitan independen yang saat ini sangat aktif dalam menerbitkan buku. Setidaknya sudah lima buku yang diterbitkan penerbitan yang dikelola anggota AJI Bandar Lampung ini. Salah satu buku itu adalah Terasing di Negeri Sendiri karya Oki Hajiansyah Wahab, jurnalis dan aktivis reforma agraria.

Buku yang mengisahkan soal polemik kasus agraria di Mesuji, Lampung, dan kehidupan masyarakat Moro-Moro yang terabaikan hak-hak sosial dan politiknya ini juga diterbitkan dalam versi Bahasa Inggris berjudul Alianated in Their Own Homeland. Buku ini telah dipasarkan hingga ke Belanda, Amerika Serikat, dan Hongkong.

*) Kompas.com, 4 September 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan