-->

Kronik Toggle

Datascrip Dukung Lestarikan Aksara Kuno

JAKARTA – PT Datascrip selaku  distributor  Canon di Indonesia kembali memberikan dukungan kepada Sinta Ridwan, yang terus berupaya melestarikan aksara kuno sebagai aset budaya bangsa meski mengidap penyakit lupus.

Dua unit kamera Canon EOS 600 D dengan lensa 18-55 mm, satu unit printer Canon LaserShot LBP 5050N, serta satu unit Wacom Bamboo Fun diserahkan melalui program Kick Andy Hope di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung,pekan lalu.

Penyakit lupus yang diderita Sinta, hingga kini belum ada obatnya. Di tengah serangan penyakitnya itu, Sinta tetap tampil percaya diri dan penuh senyum. Ia mengisi kesehariannya dengan berbagai hal yang bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Salah satunya yaitu mengajarkan naskah kuno, sesuai dengan latar belakangnya sebagai seorang filiolog.

Lulusan S2 jurusan Filiologi Universitas Padjadjajaran ini membuka kelas aksara kuno di Gedung Indonesia Menggugat, di Jalan Perintis Kemerdekaan Bandung. Kelas aksara kuno atau yang disingkat kelas Aksakun ini pertama kali dibentuk pada tahun 2009, dan telah diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

PT  Datascrip mendukung upaya yang dilakukan Sinta dalam melestarikan budaya bangsa, sekaligus perjuangan melawan penyakit yang ada di dalam tubuhnya. Melalui program Kick Andy Hope, kali ini PT. Datascrip memberikan bantuan berupa dua unit kamera DSLR Canon EOS 600 D dengan lensa 18-55 mm, satu unit printer Canon LaserShot LBP 5050N, serta satu unit Wacom Bamboo Fun.

Sebelumnya, PT Datascrip juga telah menyerahkan tiga unit laptop untuk mendukung proses belajar mengajar kelas Aksakun yang dilakukan secara gratis.
Dengan perangkat input digital Wacom Bamboo Fun yang terhubung dengan komputer, Sinta dapat dengan mudah menulis, menulis ulang, merevisi atau mengedit karakter/huruf/aksara kuno langsung di atas tablet Bamboo Fun. Semua pekerjaan yang bersifat manual untuk editing menjadi lebih mudah melalui alat ini.

Bantuan kamera digital, printer dan perangkat input digital diharapkan bisa ikut membantu Sinta untuk mewujudkan cita-citanya membangun sebuah museum digital yang akan diberi nama ensiklopedia naskah kuno. Tujuan dari pembuatan museum digital tersebut adalah untuk memudahkan orang-orang agar dapat mengakses naskah kuno dengan mudah.

“Apa yang dilakukan Sinta merupakan sesuatu yang luar biasa. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan sesuatu yang berarti, meskipun dengan keterbatasan yang ada. Bantuan yang diberikan pt. Datascrip ini diharapkan bisa mendukung upaya Sinta dalam melestarikan warisan budaya bangsa,” ujar Merry Harun – Direktur Divisi Canon PT. Datascrip.

*)Tribunnews, 17 Juli 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan