// disable social bookmarks
-->

Kronik Toggle

Kontras Tulis Buku Panduan untuk Polisi

Jakarta Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) hari ini meluncurkan Laporan pemantauan dan buku Panduan Panduan Pemolisian dan Hak Atas Kebebasan Berkeyakinan, Beragama dan Beribadah untuk polisi.

Diharapkan buku ini nantinya dapat memandu kinerja polisi dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan isu-isu sensitif dengan bijak. Kepala Penelitian dan Pengembangan Kontras, Papang Hidayat mengatakan polisi saat ini butuh panduan untuk bisa mengatasi masalah tentang kebebasan berkeyakinan, beragama, dan beribadah.

“Kita buat ini buku panduan karena memang sifatnya memandu, polisi memang sampai saat ini tidak terpandu,” jelasnya kepada wartawan usai peluncuran di Hotel Millenium, Jalan Fachruddin, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2012).

Papang mengharapkan buku yang dicetak sebanyak 10.000 eksemplar ini nantinya bisa menjadi bahan kurikulum di lembaga pendidikan kepolisian.

Sementara itu Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi buku panduan ini. Ia pun mengakui bahwa keberhasilan polisi masih terbatas pada level sistem, strategi, dan teori. Nanan menjelaskan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga eksekusi penanganan masalah di lapangan kerap tak berhasil.

Menurut Nanan, kendala pertama yaitu daya kepemimpinan semua pimpinan kepolisian. “Secara sistem, strategi, dan teori sudah kita lakukan 3 prinsip. Yakni to protect, to respect, dan to fullfil. Namun di lapangan akan sangat tergantung pada kepemimpinan semua leadership semua pimpinan kepolisian. Entah itu polsek, polres, polda. Di lapangan bisa terjadi tidak bisa memprotect, bahkan polisi pun melanggar HAM. Ini manusiawi,” tambahnya.

Kendala kedua adalah kurangnya kerjasama antara lembaga-lembaga pemerintahan.

“Jadi jangan hanya mengandalkan Polri. Tapi bagaimana seluruh institusi juga bekerja bersama-sama. Ada mungkin Depag, Dikbud, untuk memberi penjelasan kepada masyarakat. Beda boleh, tapi tidak melanggar hak, tidak anarkis,” pungkasnya.

Ketika ditanya tentang bagaimana agar polisi memiliki leadership yang mumpuni, Nanan mengatakan pihaknya memberikan pendidikan dan penataran kepada anggota-anggotanya.

“Caranya ya kami memberi pendidikan dan penataran,” pungkasnya.

*) detiknews, 14 Juni 2012

 

Pariwara

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan