-->

Kronik Toggle

Puthut EA: Komunitas Sok Liberal Juga Agen Pemberangus Buku

Akhir pekan pertama bulan Mei 2012, berita pemberangusan diskusi buku menjadi berita obrolan hangat di media sosial maupun website berita. Tentu saja bintang dari pemberangusan ini adalah Irshad Manji dan antagonisnya adalah Front Pembela Islam (FPI), Rektorat UGM, dan Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI). Jakarta dan Yogyakarta jadi latar peristiwa. Dan berderet-deret tokoh muncul. Balas-membalas pernyataan. Saling menggertak mengadu ke sana dan ke sini. Adu massa di lapangan.

Belum reda soal pemberangusan diskusi buku Irshad Manji, kabar terbaru lewat via twitter. Akun Komunitas Kretek (@KomunitasKretek) mengabarkan nasib sebuah buku: “#MembunuhIndonesia telah disabotase dan digagalkan oleh Dinkes Bogor!!!”

Jibal Windiaz @jogetbacot menjelaskan: “Sblmnya di Unpak diskusi buku #MembunuhIndonesia di-acc dekan, tp pihak rektorat menolak.”

Atas banyaknya kasus pemberangusan itu, penulis prosa asal Yogyakarta, Puthut EA (@puthutea) mengingatkan bahwa soal pemberangusan tak hanya dilakukan kelompok “Islam garis keras”, melainkan pula kaum atau kelompok liberal, pihak universitas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Berikut ini beberapa tweet Puthut Ea soal pemberangusan:

1. Apakah yg melarang atau yg menghalang2i diskusi buku, penerbitan buku, dan kebebasan bicara hanya dilakukan oleh ‘islam garis keras’?

2. Saya punya pengalaman dan pendapat yg berbeda. Mungkin berseberangan dgn pendapat anda. Mungkin melengkapi.

3. Kira2 10 thn lalu, sebuah komunitas yg berada di jakarta yg sering menabalkan diri sbg ‘penjaga peradaban indonesia’ melakukannya.

4. Salah seorang pentolan mrk yg dibilang budayawan, mengkritik habis buku2 terjemahan dr yogya.

5. Ia bahkan merekomendasikan utk menurunkan buku2 terbitan yogya dr rak2 toko2 buku. @Anas_alimi dan buldanul khuri pasti tdk lupa.

6. Pengalaman saya dgn buku, ada byk pihak yg sering melakukan hal itu: ‘islam garis keras’, ‘penjaga peradaban’, kampus, dinas2, LSM2.

7. Sore tadi, ada sabotase dan penghentian diskusi buku ‘membunuh indonesia’ karya @abhisamdeem di sebuah kampus di bogor.

8. Ini sdh kesekian kali buku ‘membunuh indonesia’ dilarang, dihadang dan disabotase dlm acara2 diskusi.

9. Pelarangan dan sabotase justru dilakukan oleh: kampus, dinas kesehatan dan LSM2!

10. Dan @salamdaeng sdh 6 bln ini berkutat di pengadilan gara2 bukunya: kriminalisasi berujung monopoli jg dituntut di pengadilan.

11. Siapakah yg menuntut buku @salamdaeng ? Bukan islam garis keras. Tp: LSM!

12. Jd ada 2 tipe pemberangusan #buku yg pertama dgn cara kasar seperti yg dilakukan oleh kelompok islam garis keras.

13. Pemberangusan tipe kedua dilakukan dgn lebih halus: disabotase, dituntut ke pengadilan.

14. Pemberangusan model halus ini sering dilakukan oleh pihak2 yg menyatakan hak kebebasan berbicara dan mengekspresikan diri. Aneh.

15. Jd kalau anda msh berpikir bahwa org yg mengaku ‘liberal’ itu peduli hak kebebasan berbicara dan mengekspresikan diri: anda keliru.

16. Di ind, bbrp org yg mengaku berpaham liberal selalu bilang: lawan buku dgn buku, gagasan dgn gagasan, praktiknya: nol. Omong kosong.

17. Dgn otoritas2 tertentu yg mrk miliki, mrk jg melakukan pemberangusan. Yg bahkan bs lebih kejam krn berkedok intelektualitas.

18. Lalu adakah yg melakukan demo ke pemberangus2 keji seperti itu? Ke komunitas2 yg seakan2 pembela kebebasan bicara dan berpikir itu?

19. Siapa yg pernah protes ke komunitas sok liberal yg pernah menyatakan mau menurunkan buku2 yogya krn kualitas isinya dianggap buruk?

20. Nama LSM yg menuntut buku @salamdaeng NoTC, LSM dr bogor.

21. Kalau nama kampus2 yg menghalang2i buku karya @abhisamdeem byk, kalau dinasnya: dinas kesehatan.

22. Kalau yg mau menurunkan buku2 yogya yg dianggap gak berkualitas, masak gak tahu… Sdh saya kasih ciri2nya…

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan