-->

Kronik Toggle

Pernyataan Resmi Irshad Manji Usai Penyerangan di LKIS

YOGYAKARTA – Direktur Moral Courage Project, New York University yang juga merupakan Penulis buku ‘Allah, Liberty and Love’, Irshad Manji, menyampaikan pernyataan sikap atas kasus penyerangan terhadap diskusinya di kantor LKiS, Yogyakarta, Rabu (9/5) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dua bahasa melalui milis Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) selaku penggagas diskusi. Berikut pernyataan Irshad:

Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan dan pluralisme. Karena itu, saya menyebutkan di dalam buku baru saya, ‘Allah, Liberty and Love’, bahwa Indonesia adalah contoh yang patut ditiru negara-negara muslim lainnya.

Namun sekarang banyak hal berubah. Seperti yang terjadi tadi malam, di kantor LKiS. Sekelompok preman berjubah agama menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk diantaranya asisten saya, Emily Rees. Ia dipukuli berkali-kali dengan besi panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Lengannya terluka dan harus dibalut perban.

Dua peserta diskusi lainnya mengalami luka cukup parah di kepala dan saya mengatakan kepada mereka bahwa, dengan rahmat Allah, mereka akan segera pulih.

Tapi tidak demikian dengan para kriminal yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker dan helm, sambil memukuli orang-orang tak bersalah dan melakukan perusakan. Mereka adalah pengecut!

Sebaliknya, ada juga para pemberani yang rela berkorban menyelamatkan nyawa saya. Di saat para kriminal tersebut berteriak-teriak, “Mana Manji? Mana Manji?”, orang-orang berjiwa pemberani tersebut menjadikan tubuh mereka sebagai perisai yang melindungi saya.

Saya sangat terharu dengan keberanian mereka. Mereka telah memperlihatkan bahwa orang-orang Indonesia bisa bersatu demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tidak sedikit yang mengatakan kepada saya bahwa polisi dan pemerintah Indonesia tunduk begitu saja kepada para preman tersebut. Tapi masyarakat Indonesia tidak boleh ikut tunduk kepada mereka! Semoga seluruh masyarakat Indonesia bangga dengan dan belajar kepada para pahlawan perdamaian mereka.

Irshad Manji (Direktur Moral Courage Project, New York University | Penulis buku “Allah, Liberty and Love”)

Sumber: KRJogja.com, 10 Mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan