-->

Kronik Toggle

Penyair Heru Emka Wafat

2012 05 02_Sastra_Penyair Heru Emka Wafat (Dhar Cedhar)

Image: Dhar Cedhar (FB)

SEMARANG–Seluruh media televisi dan web berita mengabarkan secara berkesinambungan nyaris tanpa jeda kabar wafatnya Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih (2/5). Sementara di RS Mintohardjo Jakarta Pusat, Heru Emka, penyair asal Semarang pergi selama-lamanya dalam sunyi. Heru Emka wafat pukul 21.00.

Demikian kabar yang diunggah Handrawan Nadesul lewat media sosial. Informasi dari dr Ida Akmal disebutkan Heru Emka menderita diabetes, batuk, dan sesak napas dan beberapa saat lamanya dirawat di ICU.

Timur Sinar Suprabana mengunggah informasi jenazah Heru Emka diberangkatkan dari Jakarta pukul 23.00 ke rumah duka di kawasan Mranggen Semarang. Tepatnya: Perumahan Pondok Majapahit 2 Blok V No 7. Pukul 1 siang (3/2) jenazah dimakamkan di pemakaman Bergota semarang.

“Kesusastraan bangsa tidak sia-sia. Banyak yang masih akan dikerjakannya. Kita ingin melanjutkannya. Selamat jalan Heru, hari-harimu di sana abadi,” tulis Handrawan mengenang kepergian sang penyair.

Banyak komentar-digital belasungkawa serupa di dinding facebook “Heru Emka”. “Mendengar kabar meninggalnya mas Heru Emka saya seperti tak percaya. Dia begitu enerjik, kegilaannya pada puisi tak diragukan. Saya jadi teringat suatu malam di sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan, bersama Evi Manalu dan Evert Maxmillan Pangajouw mendengarkan ceritanya yang membuat kami tertawa-tawa. Salah satunya soal cinta dan baygon. Almarhum penyair yang gigih dan pekerja keras. Saya ingat berkali-kali diajaknya bergabung dalam antologi puisi yang ia bukukan, tetapi saya selalu tak yakin dengan puisi-puisi saya. Dan akhirnya saya memilih diam,” kenang Nita Tjindarbumi.

Halimi Zuhdy juga mengingat semangat Heru Emka tentang nasib sastra Indonesia. “Dik Halimi Zuhdy, mari kita buktikan bahwa sastra Indonesia tak terpencil di negerinya sendiri, sekaligus kita buktikan bahwa amat banyak penyair yang baik, di luar mereka yang itu-itu saja, yang kebetulan namanya muncul di media massa. Oh ya, sebagai sarana berkomunikasi , mohon dicatat no telpon saya: 081325784726. Bila ada nomor simpati, kita bisa ngpbrol membicarakan apa saja dengan tarif murah. Ok?” tulis Halimi.

Yogira Yogaswara juga tersentak dengan berita kepergian Heru Emka. “Terakhir kami bertelponan dua bulan lalu. Beliau bilang, ‘Saya sedang melayat ke pemakaman, ada teman yang meninggal’. Ternyata justru sekarang beliau yg berpulang,” ingatnya. Yogira Yogaswara kemudian mempersembahkan sebait puisi pendek untuk kepergian Heru Emka:

MABUK LAUT
di laut kulayari langit
birunya jauhi hati
kematian dilahirkan matahari

(Sanur-Nusa Lembongan, 2012)

Beberapa rekan sesama sastrawan juga mengucapkan belasungkawa, antara lain Ratih Kumala, Helvy Tiana Rosa, Joni Ariadinata, Yonathan Rahardjo, Adhie M Massardi, Wayan Jengki Sunarta, Zilian Zahra Arjawani, Oyos Saroso MN, dan Kurnia Effendi. (GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan