-->

Kronik Toggle

Pembubaran Diskusi Buku LKiS: Dua Jahitan di Kepala Sebi

YOGYAKARTA – Penyerangan diskusi buku Irshad Manji di Kantor Yayasan LKiS Rabu malam mendapat respons keras sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat di LBH Jogja (10/5). Salah satunya adalah Jaringan Perempuan DIY yang diwakili Ika Ayu.

Ika Ayu mengatakan, kasus ini adalah bukti pembatasan kebebasan untuk berpikir dalam era demokrasi. Bagi Ayu, MMI telah melakukan pelanggaran HAM yang cukup serius. Menilik sejumlah kejadian serupa di beberapa tempat, Ika Ayu menganggap negara dalam posisi lemah. Bahkan DIY yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang masyarakatnya sangat toleran dan beragam, telah gagal dalam hal keberagaman.

Pernyataan lebih keras dilontarkan Aslikul Fahmi Yahya dari Perwakilan solidaritas LSM. Yahya menganggap ormas yang melakukan serangan ke kantor LKiS sebagai paham fasis baru berkedok agama yang akan menjadi benalu bagi kehidupan demokrasi. Untuk itu, Solidaitas LSM mengajak masyarakat sipil untuk bersatu dan bersama-sama melawan ormas anarkhis.

Salah satu korban penyerangan di kantor LKIS Asmi menuturkan saat kejadian dirinya menjadi obyek pemukulan oleh massa MMI, sehingga mulutnya mengalami pendarahan. Korban yang lain, Dewi, mengaku sempat dilempar pot dan ditendang oleh massa MMI yang beringas. Sedangkan Sebi, dipukul kepalanya dengan tongkat besi. Hasilnya, Sebi pun mendapat dua jahitan di kepalanya yang bocor.

Para korban yang berjumlah 7 orang, berharap polisi adil dalam menuntaskan kasus ini. Korban juga mempertanyakan keterlambatan polisi ke lokasi. Setengah mencibir, korban mengaku polisi mirip polisi India yang ada di film-film. (Irvan Muhammad)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan