-->

Kronik Toggle

Novel Laskar Pelangi Tembus Penerbit Spesialis Nobel Sastra

BANDUNG – Penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata membuka peluang mendapatkan penghargaan sastra tertinggi dunia, yakni Nobel Sastra. Jalan untuk mendapat nobel tersebut terbuka lewat diterbitkannya novel Laskar Pelangi oleh Farrar Strauss and Giroux (FSG), New York.

Andrea menjelaskan, FSG dikenal sebagai penerbit yang menerbitkan sastra-sastra peraih Nobel Sastra.

“Ini peristiwa pertama bagi penulis Indonesia untuk bisa diterbitkan Farrar Strauss and Giroux,” kata Andrea, di sela pemberian anugerah Festival Film Bandung (FFB) 2012, di Gedung Sate Bandung, belum lama ini.

Dia berharap, novel Laskar Pelangi dapat membawa kabar bagus dengan mendapat Nobel sekaligus menjadi penulis Indonesia pertama yang meraih Nobel.

Lebih lanjut Andrea mengungkapkan, novel Laskar Pelangi versi Bahasa Inggris itu akan terbit di New York pada November 2012. Saat ini, masih dalam proses editing.

Novel Laskar Pelangi diterjemahkan oleh Angie Kilben, dari fakultas sastra Ohio. Setelah diterjemahkan, novel Laskar Pelangi menjadi lebih tebal dari versi Indonesia-nya.

Andrea mengaku, telah melakukan beberapa perubahan dan penambahan. Sehingga, versi Indonesia terdiri dari 35 bab menjadi 48 bab versi Inggris-nya.

FSG merupakan penerbit yang banyak merilis karya sastrawan peraih Nobel. Sebanyak 23 karya sastra Nobel yang diterbitkan FSG. Misalnya, karya sastrawan Pablo Neruda, Nadine Gordimer, Mario Vargas Llosa, dan karya sastrawan besar lainnya.

“Masuknya Laskar Pelangi diharapkan peluang untuk Nobel lebih besar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, terbitnya Laskar Pelangi di New York juga tidak lepas dari agennya, Cathrin Anderson. Novel ini dinilai memuat isu kemanusiaan dan pendidikan. Dia yakin, orang Indonesia bisa mendapatkan Nobel. Sehingga, dia pun mendorong penulis Indonesia lainnya agar mau menuliskan karyanya kembali ke dalam Bahasa Inggris.

“Meski begitu, proses untuk mendapatkan Nobel masih panjang. Perlu dua sampai tiga novel lagi terbit di New York,” tutupnya.

*)Okezone, 14 Mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan