-->

Kronik Toggle

Nasib RUU Perbukuan Nasional tidak Jelas

JAKARTA Makin menurunnya minat baca masyarakat Indonesia membuat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang perbukuan di Indonesia.

Namun menurut Ketua IKAPI Lucya Andam Dewi hingga kini nasib Rancangan Undang-Undang Perbukuan Nasional justru tidak berjalan dan tidak masuk dalam program legislasi nasional tahun 2012.

“Kami ingin mengajak pemerintah untuk mengatur tentang perbukuan, penghargaan kepada penulis sehingga dapat menumbuhkan minat baca dikalangan masyarakat,” kata Lucya, Selasa (29/5).

Ia menuturkan sebenarnya IKAPI sudah pernah dua kali mengikuti dua kali rapat dengan pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI yang membidangi masalah pendidikan. Bahkan lanjut Lucya terkait RUU yang merupakan inistiatif dari pihak DPR itu pihaknya juga sempat diminta untuk membantu membuat drafnya.

Namun hingga kini justru tak ada perkembangan menggembirakan yang diterimanya. “Waktu itu anggota dewan mengatakan kalau RUU ini bagus dan harus ada, tetapi kini justru muncul kabar kalau ia mental dari prolegnas,” urainya.

RUU Perbukuan Nasional sebenarnya telah masuk dalam Prolegnas tahun 2011 lalu. Namun rancangan undang-undang tersebut akhirnya terpaksa mundur pengesahannya pada 2012 lantaran kalah bersaing dengan masalah APBN, RUU Pendidikan Tinggi, RUU Pendidikan Kedokteran dan RUU tentang Kebudayaan. Dalam prolegas 2012 ternyata RUU yang hingga kini belum juga disahkan itu justru tidak masuk. (*/OL-04)

*)Mediaindonesia.com, 29 mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan