-->

Kronik Toggle

Mencoba Mencuri di Perpustakaan, Pasutri Tiga Anak Dibui

Bandung – Pasangan suami istri (pasutri) IW dan AN (30) terpaksa dibui gara-gara mencoba melakukan pencurian dan penodongan di sebuah perpustakan. Lantaran berurusan dengan hukum, keduanya harus meninggalkan tiga anak yang masih berusia dini.

IW dan AN bermodus menyamar sebagai penyewa buku dalam melancarkan aksinya pada Senin (14/5/2012) malam. Keduanya menyambangi perpustakan di Jalan Soekarno-Hatta atau tepatnya ujung Jalan Rancabolang, Kota Bandung. Pengelola perpustakan, Eli, tak menyangka mereka berniat mencuri.

“Beberapa saat di perpustakaan itu, tersangka IW langsung menodongkan golok ukuran kecil kepada korban. Lalu korban diseret IW ke ruang belakang. Sedangkan istri IW yakni AN bertugas mengambil barang berharga di meja korban,” jelas Kapolsek Buahbatu Kompol Maria Horet Hera di Mapolsek Buahbatu, Senin (28/5/2012).

Aksi para pelaku rupanya mendapat perlawanan dari Eli. melihat kondisi tersebut, pasutri tersebut kewalahan. Eli pun berteriak sekencang-kencang meminta pertolongan.

“Korban berontak dan terluka pada tangan karena terkena sabetan golok. Teriakan korban itu didengar warga sekitar. Kemudian sejumlah warga masuk memberikan pertolongan dan meanangkap kedua tersangka,” ucap Maria.

Warga telanjur emosi, sempat memukuli kedua pelaku sebelum digiring ke Mapolsek Buahbatu. Polisi menyita barang bukti berupa barang bukti hasil percobaan pencurian antara lain tiga unit telepon genggam, satu unit MP4, dan satu bilah golok.

Pasutri ini dijerat Pasal 365 KUH Pidana tentang Pencurian disertai Kekerasan yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Kepada wartawan, IW mengaku residivis yang sudah dua kali masuk keluar penjara. Ia memaksa mengajak istrinya turut terlibat mencuri.

“Mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sehari-hari kerjaan cuma mencari barang rongsokan,” ungkap IW.

Ia menyesal dengan perbuatan percobaan pencurian. Apalagi mengajak istri hingga harus terseret kepada persoalan hukum. Pasutri tersebut pun tidak bisa berkumpul seperti biasa menatap tiga anaknya masing-masing berusia 12 tahun, 7 tahun, dan 4 tahun.

“Sekarang anak-anak dititipkan kepada orang tua,” tutup IW.

(bbn/ern)

*)Detikbandung, 15 Mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan