-->

Kronik Toggle

Massa MMI Rusak Kantor LKiS

Tanpa Pandang Bulu, Hajar Pria dan Wanita

BANTUL- Ratusan massa Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) melakukan aksi perusakan dan kekerasan di kantor Yayasan LKiS di Jl Pura Plumbon Banguntapan, Rabu (9/5) malam.

Sebelumnya, dengan bersenjatakan parang, mengenakan jubah serba hitam nan bercadar mereka terlibat aksi dorong-mendorong dengan sejumlah keamanan intel kepolisian.

Akibatnya, setidaknya lima peserta diskusi mengalami luka-luka. Sejumlah Informasi menyebutkan, ratusan massa MMI mendatangi kantor Yayasan LKiS sekitar pukul 19.30.

Kala itu, di pendopo yayasan tengah berlangsung diskusi buku berjudul “Allah, Liberty and Love” dengan melibatkan penulisnya, Irshad Manji. Alhasil, diskusi yang baru berlangsung sekitar 30 menit itu bubar.

“Tiba-tiba mereka langsung merangsek masuk. Mereka sekitar ada 200-300an massa,” kata salah satu peserta diskusi, Andreas di lokasi kejadian.

Tanpa membedakan antara pria dan wanita, tanpa basa-basi mereka melakukan aksi kekerasan. Setidaknya, dari lima peserta diskusi yang mengalami luka, tiga diantaranya adalah wanita.

“Tindakan mereka brutal, tanpa membedakan laki-laki dan perempuan. Tadi ada yang bocor kepalanya,” ujar salah satu saksi mata yang engan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, sejumlah kaca jendela, serta barang-barang di sekitar pendopo pun tak luput dari amukan. Sehingga, sekitar pendopo tampak barang-barang pecah berserakan. Usai berhasil menajalankan aksinya, mereka lantas pulang.

Paska kejadian, karena khawatir akan ada serangan susulan, panitia diskusi memohon peserta diskusi untuk membubarkan diri.

“Kita bubar dulu, karena mereka akan datang lagi,” seru Ika Ayu, salah satu panitia.

Sementara itu, Kapolsek Banguntapan, AKP Arifin Sihombing mengatakan pihaknya tidak menerima infromasi dari panitia perihal diskusi tersebut. Sehingga, aparat tidak melakukan pemantauan.

“Kalau ada pemberitahuan pasti akan ada pengamanan,” katanya di lokasi kejadian.

Namun demikian, Sihombing menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan. Selain itu, demi keamanan pihaknya juga meminta panitia membubarkan acara diskusi tersebut.

“Masih dalam lidik semua,” imbuhnya. Ketika disinggung langkah hukum yang akan ditempuh akibat aksi perusakan itu, Sihombing masih enggan berkomentar.

“Sekali lagi, masih kita lidik dulu,” pungkasnya. (Irvan Muhammad)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan