-->

Tokoh Toggle

Marzan A. Iskandar Miliki Tiga Perpustakaan

JAKARTA: Laki-laki yang satu ini tidak pernah lepas dari buku. Bila ada waktu luang sedikit saja di antara pekerjaannya, seperti di dalam mobil menuju kantor, dia manfaatkan untuk membaca buku.

Beragam buku dibacanya. Mulai dari cerita fiksi, masalah iptek, teknologi informasi dan komunikasi, ekonomi kreatif, sampai membaca cerita-cerita lucu.

“Terkadang saya juga membaca koran Pos Kota. Karena bahasanya lucu dan ada cerita lucu di dalamnya,” ungkap Marzan A. Iskandar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Menurutnya, waktu membacanya dalam sehari minimal 2 jam. Hal itu dilakukannya sejak berkarier di BPPT. Sebelumnya ketika menjadi peneliti, waktunya untuk membaca dan menulis lebih banyak lagi. Bisa berjam-jam, tergantung dari apa yang dikerjakannya saat itu.

Ayah tiga orang anak ini menuturkan banyak yang didapatkannya dari membaca. Terutama dalam membantu pekerjaannya. “Saya harus banyak tahu tentang apa saja, terutama yang terkait dengan pekerjaan saya di BPPT, untuk inovasi, kreatif, dan teknologi,” tambahnya.

Alumni master dan doktor dari Tokai University Jepang bidang teknik elektro ini, mengatakan kebiasaannya membaca juga diikuti oleh ketiga anaknya yang kini dua orang perempuan sudah kuliah di kedokteran dan di teknik elektro, sementara si bungsu anak laki-laki masih duduk di SMP.
Isterinya yang bekerja di perusahaan kosmetika asing, juga suka membaca.

Marzan yang dilantik menjadi Kepala BPPT pada 30 Desember 2008, dalam penampilan sehari-hari tampak cool dan terkesan penyabar. Begitu juga ketika diajak bicara. Tapi dia bisa menjawab semua pertanyaan dengan cerdas.

Untuk kebutuhan membacanya itu, Marzan memiliki tiga perpustakaan. Dua perpustakaan di dua rumahnya, dan satu lagi di kantornya. Jumlah buku-buku koleksinya mencapai ratusan judul.

“Saya membeli buku saat tugas ke luar negeri. Biasanya di airport sambil cari oleh-oleh khas dari negara setempat. Saya suka beli buku yang positif, seperti cerita suksesnya Toyota membangun industri mobil di Jepang, buku Bill Gate dalam membangun Microsoft, dan lainnya,” ujar laki-laki kelahiran Pagar Alam, Sumatra Selatan, 18  Mei 1958, ini.

Saat ini Marzan banyak membaca buku ekonomi kreatif, dan buku yang berkaitan dengan pekerjaannya. Dia mengarakan dulu suka menulis buku, tapi saat ini tidak ada waktu.

“Dulu saat jadi peneliti saya banyak menulis, sekarang saya banyak membaca, dan mengurusi orang banyak.

Nanti, kalau sudah selesai bertugas, saya ingin kembali menulis buku biografi tentang perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang, dan bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Mengisi waktu libur biasanya Marzan dan keluarga jalan-jalan ke berbagai daerah, atau ke luar negeri. “Tapi saya suka ke gunung karena hawanya sejuk dan mengingarkan saya pada masa kecil dulu, saat menghabiskan waktu di kaki Gunung Dempo, Pagar Alam. Dulu saya suka jalan ke kebun kopi, ke sawah, atau ke kolam ikan,” ujarnya.

Bersama anak-anaknya terkadang dia juga menonton film. “Kemarin ini saya ajak anak bungsu saya menonton film Tintin, sepertinya dia mau pergi karena saya ajak saja. Sebab, kesenangan mereka sekarang sudah beda. Anak-anak kini suka yang digital, film animasi yang hidup dan dinamis ceritanya. Buku komik sudah tergantikan dengan film animasi dan games,” katanya.

Marzan ingat ketika kecil dulu dia diajarkan membaca oleh ayahnya yang seorang pensiunan tentara. “Bapak mengajarkan berhitung dan membaca. Tapi caranya seperti mengajari tentara,” ujarnya sembari tertawa mengenang.

Ke depan, lanjutnya, selain ingin menulis buku yang terkait dengan iptek, Marzan juga ingin menjadi petani ikan. “Saya dulu punya ternak ayam, itik, dan ikan. Sekarang ada kolam ikan kecil di rumah, isinya ikan koi,” tambahnya.  (tw)

*)bisnis.com, 24 Desember 2011

1 Comment

H.Hairil Anwar Moerni,SE. - 21. Mar, 2013 -

Beliau memang dikenal orang memiliki kemauan untk maju yang sangat tinggi dan menjadi motivator saya pada saat bersama-sama di HKB Bandung.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan