-->

Kronik Toggle

Majelis Mujahiddin Menyerbu Diskusi LKiS (Kesaksian Astutik Kashmi)

YOGYAKARTA–Setelah pagi hari UGM membatalkan diskusi buku Irshad Manji berjudul “Allah, Liberty and Love”, malamnya giliran Kantor Yayasan LKiS diganyang (9/5). Massa yang membawa selebaran Majelis Mujahiddin Indonesia itu mengobrak-abrik diskusi buku itu dengan brutal.

Astutik Kashmi, mantan wartawan kampus Himmah UII dan juga bekerja di LBH Yogyakarta ada di Kantor Yayasan LKiS di Jl Pura Plumbon Banguntapan. Berikut kesaksiannya yang terangkum dalam tweet-nya dengan akun @tutietuts:

1. Baru kali ini melihat kebrutalan massa FPI dg mata kepala sendiri. Sungguh benar2 bukan manusia! #diskusi #IrshadManji di LKIs

2. Mereka teriak-teriak keras sekali nyuruh bubar, piring2 makanan di tendang, kursi, pot bunga hancur, kaca jendela pecah. 🙁

3. Diskusi baru jalan 45 menit ketika massa datang, gerbang yang digembok ditendang hingga terbuka. Mereka merangsek masuk.

4. Manji baru saja cerita soal pengalaman menghadapi rasa takut, bgmn berfikir kritis, namun menekankan kebenaran hanya milik Allah

5. Sesi tanya jawab pertama dibuka, ada 3 orang penanya.1.Aktivis feminis yang merasa berdosa dg identitas muslimnya. 2 isi buku kedua. 3. Bertanya soal otoritas Manji, yang menafsirkan Al-quran padahal ga bs berbahasa arab. Pertanyaan baru dijawab satu setengah

6. Jawaban 1 poinnya, kebenaran hanya milik Allah, krn itu sbaiknya kita rendah hati dlm menyampaikan ilmu.

7. Jawaban 2 sdh mulai ga kondusif, ada yang teriak2 ada FPI! Ada FPI! saya ngga sempat mengecek, suasana panik

8. Namun peserta diaharap tenang, rata2 sudah setengah berdiri antara ingin pergi dan ingin bertahan, Manji masih duduk tenang.

9. Gerbang sudah berhasil dibuka paksa, massa merangsek masuk. Sebelum mencapai pendopo, beberapa audiens laki2 turut menghadang

10. Massa kian memaksa, tak bisa ditenangkan, mereka teriak2 sambil memecahkan barang2 piring, kursi dan pot bunga

11. Mereka teriak bubar! Bubar! Tp juga berteriak Allahuakbar! Beberapa teman dipukul dan dilempar batu. Manji masih duduk tenang

12. Smakin lama massa bersikap anarkis, bahkan memukul teman perempuan disamping saya, setelah itu saya berlari masuk gedung LKis

13. Dari dalam ruangan, terdengar suara jendela kaca pecah dilemparin batu. Ada yg teriak disamping saya “I’m bleeding! I’m bleeding!”

14. Ternyata ada cowok yg berdarah kepalanya kena lemparan batu. Lampu ruangan dimatikan. Suasana panik. Kami berusaha tenang dan diam

15. Setelah massa meninggalkan tempat, saya dan beberapa teman keluar ruangan. Pendopo kacau beling piring pecah berserakan.

16. Beberapa teman perempuan menangis krn panik, beberapa masih duduk linglung.Manji masih dikerumuni wartawan dan memberi tanggapan

17. Bbrp kali Manji bilang “It’s ok! It’s ok!” Menenangkan yg lain.Lembaran buku LKis berhamburan dan sobek2. wartawan sibuk potret2

18. Lalu polisi datang, yah kenapa terlambat? Oh…bisik-bisik pun berhamburan. Polisi selalu terlambat.

19. Sementara ini saya masih nunggu klarifikasi,apakah massa preman berjubah berasal dari FPI, MMI atau ormas lainnya.

20. Klarifikasi dari teman, massa yg anarkis telah menyebarkan selebaran dengan identitas MMI, jadi massa tersebut dari MMI

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan