-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Ketiga Mei 2012

GandamayuBerikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia. Kabar ini disusun Aya Hidayah dan dibacakan Ratih Fernandez

Penakluk Badai

Karya Agus Irawan MN

Resensi ditulis Media Indonesia (miweekend@mediaindonesia.com)

Dimuat MEDIA INDONESIA, 20 Mei 2012

Tidak sedikit literatur telah mengulas sosok dan kiprah KH Hasyim Asyari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, dan Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai tokoh sejarah dalam perpolitikan Indonesia.buku Penakluk Badai terdiri dari 26 bab. Dari ke-26 bab tersebut, Agus membagi kehidupan Hasyim Asyari dalam tiga babak cerita yang disajikan dalam sebuah jalinan cerita yang panjang. Kisah Hasyim Asyari ini dibuka dalam sebuah prolog yang menggambarkan suasana dini dihari kelima agresi militer Belanda I, tepatnya 25 Juli 1947. Tanggal itu merupakan hari terakhir kehidupan tokoh besar Islam Indonesia ini.

Gandamayu

Karya Putu Fajar Arcana

Resensi ditulis Maman S Mahayan

Dimuat KOMPAS, 20 Mei 2012

Cerita bermula dari kisah Sahadewa yang tergolek dipekuburan Setra Gandamayu. Ia tak berdaya menghadapi maut. Setiap saat, Dewi Durga, raksasa buruk rupa, siap mencabut nyawanya. Belakangan diketahui, Durga mendapat kutuk. Ia akan kembali cantik jika diruwat Sahadewa. Kutuk itu sendiri terjadi lantaran Durga, yang dikahyangan bernama Dewi Uma, bermaksud menunjukan kesetiaan dan kecintaanya kepada suami, Dewa Siwa. Demi suami, ia terpaksa bersebadan dengan seorang gembala yang tidak lain adalah penyamaran diri suaminya. Tetapi, tindakan itu dianggap dosa. Kutuk pun ditimpakan. Jadilah, Dewi Uma yang cantik berubah wujud menjadi raksasa Durga.

Partikel

Karya Dewi “Dee” Lestari

Resensi ditulis Andari Karina Anom

Dimuat KORAN TEMPO, 20 Mei 2012

Ini bukan buku tentang agama, meski Dee dengan sangat banyak mengupas soal Islam dan spiritualisme. Dia juga banyak mengungkap soal ilmu pengetahuan. Partikel bercerita tentang Zahrah. Anak perempuan ini dibesarkan secara “Ajaib” oleh ayahnya yang tergila-gila pada fungi alias jamur. Tidak hanya menjadikan tumbuhan itu sebagai subyek penelitian, ayah Zahra bahkan cenderung memuja jamur-jamur itu. Dia terbuang dan dibenci keluarga dan lingkungannya, begitu pula Zahra yang paling jelas mewarisi “ketidakwarasan” sang bapak.

Menyusuri lorong-lorong Dunia (Jilid 3)

Karya Sigit Susanto

Resensi ditulis Yusri Fajar

Dimuat JAWA POS, 20 Mei 2012

Catatan perjalan (traveling writing) selain mengisahkan perjalanan penulisnya juga menjadi media menarasikan berbagai fenomena budaya dan manusia. Karena itu, gaya penulisannya merupakan kombinasi genre oto biografi, etnografi, dan sastrawi. Setelah menulis buku Menyusuri Lorong-Lorong Duania (MLLD) 1 dan 2, Sigit, kembali menuangkan pengalaman menjelajahi dunia dalam MLLD jilid 3. Catatan yang dia tulis tidak sekedar mendeskripsikan, namun mengobservasi objek. Bukan pula wisata semata, tapi kaya cakrawala pengetahuan dan budaya dunia.

Makelar Rezeki Rahasia Penyalur Energi Sukses dan Mulia

Karya Jamil Azzaini

Resensi ditulis Sukina SP

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 20 Mei 2012

Sebagian besar orang mengartikan rezeki  adalah berupa uang atau materi. Banyak teman/relasi, badan sehat, anak dan istri/suami soleh dan solehah, semua tersebut juga termaksud rezeki. Semua orang butuh rezeki agar kelangsungan hidup sehari-harinya dapat berjalan lancar. Buku ini dapat memberi motivasi kepada para pembaca untuk mempunyai rasa berbagi kepada sesama. Agar rezeki kita lancar, disamping harus bekerja keras dan pantang menyerah, perhatikan pula kehidupan dilingkungan sekitar.

Mengatasi Anak Mogok Sekolah

Karya Imam Musbikin

Resensi ditulis Rafi’ Uddin

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 20 Mei 2012

Pendidikan merupakan media satu-satunya untuk mencerdaskan manusia anak bangsa. Salah satu alternatifnya kemudian para orang tua memasukkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan sekolah hingga perguruan tinggi. Tiada lain hanya untuk menuntut ilmu melepaskan kebodohan anak-anaknya. Ismail Musbikin dalam buku ini menyebutkan, harus ada dorongan keluarga terutama orang tuanya sendiri.

Travelicious Medan

Karya Ariyanto & Ajie Hatadji

Resensi ditulis Sam Edy Yuswanto

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 20 Mei 2012

Buku traveling ini mengajak Anda berpetualang mengelilingi Medan, kota di Pulau Sumatra yang menjadi kota terbesar ketika di Indonesia. Yang menjadi alsan Ajie dan Ari, mengapa memilih medan sebagai tempat wisata adalah: karena kota Medan kaya akan ragam budaya, keindahan alam, terkenal kota sejarah, sekaligus kota kaya akan kulinernya yang khas dan nikmat.

Menerawang Indonesia pada Dasawarsa Ketiga Abad 21

Karya Dorodjatun Kuntjoro Jakti

Resensi ditulis Wildani Hefni

Dimuat SUARA MERDEKA, 20 Mei 2012

Indonesia adalah tamsil kenegeraan. Membaca Indonesia adalah membaca pemerintah. Sedang Indonesia ibarat manusia yang berkembang di usia muda, dewasa hingga tua. Saat ini indonesia berada diusia dewasa. Beragam kemungkinan menunggu dimasa depan. Entah kelak menjadi negara kuat dan besar atau masih dalam failing state (negara tidak berhasil) atau bahkan tersentak dalam failed state (negara gagal). Buku karya Dorodjatun Kuntjoro Jakti ini adalah ikhtiar menerawang Indonesia pada dasawarsa ketiga abad ke-21. Buku ini menjadi sebuah upaya untuk melihat dan memprediksi gambaran NKRI pada 2030.

Sepatu Dahlan

Karya Khrisna Pabichara

Resensi ditulis Sigit Widya

Dimuat TRIBUN JOGJA, 20 Mei 2012

Kehidupan telah mendidik seorang Dahlan Iskan sangatlah keras. Bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara ini, rasa perih karena lapar adalah biasa. Luka di kakinya pun bisa menjadi bukti perjuangan Dahlan dalam menjalani hidup. Bagaimana tidak, puluhan kilometer harus ditempuhnya tanpa alas kaki, demi mendapatkan apa yang dinamakan ilmu. Semua kisah hidup mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) semasa kecil tersebut di tuangkan kedalam sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan. Materi novel ini mulai digodok sejak pertengahan januari 2012 lalu oleh sang penulis.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan