-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat Mei 2012

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia. Kabar ini disusun Aya Hidayah dan dibacakan Ratih Fernandez

Kronik Lumpur Lapindo, Skandal Bencana Industri Pengeboran Migas di Sidoarjo

Karya Bosman Batubara dan Paring  Waluyo Utomo

Resensi ditulis Soelistijono

Dimuat MEDIA INDONESIA, 27 Mei 2012

Tanggal 29 Mei menjadi hari sejarah kelabu bagi warga Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hari itu, pada 2006, akibat aktivitas industri pertambangan yang dilakukan secara ceroboh oleh PT Lapindo Brantas, sebanyak 100 hingga 150 ribu meter kubik lumpur panas menyembur dari perut bumi dan tak terkendali hingga menjelma menjadi bencana kemanusian yang mengerikan. Lewat buku ini Bosman Batubara dan Paring Waluyo Utomo mencoba mengingatkan kita kembali untuk lebih respek melihat bencana lumpur itu dan menggugah pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan penderitaan masyrakat yang menjadi korban.

Communication Power

Karya Manuel Castells

Resensi ditulis Ignatius Haryanto

Dimuat KOMPAS, 27 Mei 2012

Dari lima bab yang diuraikan dalam buku ini, Castells menggambarkan apa itu kekuasaan, apa itu komunikasi dalam dunia digital, kemudian ia juga menguraikan tentang masyarakat berjaringan, serta makna dari hubungan kekuasaan dalam masyarakat berjaringan global. Ia pun melakukan elaborasi atas dunia mikro individu, yaitu dalam pikiran manusia dan ia menunjukan bagaimana kekuasaan berdampak pada pikiran manusia tersebut.

Kuasa Ramalan : Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1885

Karya Peter Carey

Resensi ditulis Ririn Agustia

Dimuat KORAN TEMPO, 27 Mei 2012

Berperang karena makam leluhurnya Tegalrejo dirampas leh penjajah. Itulah sebab-musabab terjadinya Perang Diponegoro atau dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830) yang tertulis di tiap buku pelajaran sejarah Indonesia. Namun Peter Carey, sejarawan Inggris menguak lebih dalam penyebab perang yang menyebabkan banyak korban itu. Diponegoro digambarkan sebagai seorang muslim kejawen yang cerdas, dekat dengan petani Jawa, dunia santri, juga guru agama. Peter juga memaparkan bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan polik masyarakat Jawa pada abad ke-18 dan ke-19.

Malapetaka di Indonesia

Karya Max Lane

Resensi ditulis Afnan Malay

Dimuat JAWA POS, 27 mei 2012

Buku tentang tragedi 1965 ini merupakan esai kritis tentang peristiwa yang menurut penulisnya bukanlah merupakan sebuah tragedi. Bagi dia, pada istilah tragedi telah terjadi politisasi bahasa yang menggiring kita pada uapaya pembenaran bahwa yang terjadi sesungguhnya sesuatu yang tidak disengaja. Dalam pengantar buku ini penulis menyebutkan dirinya sebagai sejarawan yang berpihak. Kalau kita larut dalam indoktrinasi Orde Baru mengenai peristiwa kelam G 30 S/PKI, kita akan serta-merta memaknai Lane akan mengisahkan sebuah versi lain yang isinya melulu menghujat militer dan partai pendukungnya. Ternyata sama sekali tidak begitu. Keberpihakannya, diluar pasca gagalnya kudeta berdarah melalui terbunuhnya petinggi militer (sejumlah jendral dan perwira) dan bocah bernama Ade Irma Suryani Nasution pada malam 30 September 1965 itu, lebih pada penistaan kader-kader, simpatisan, atau siapapun yang dipersangkakan komunis yang menelan korban hingga dua juta anak bangsa yang lebih moderat menyebutnya  lima ratus ribu atau satu juta.

Manipulasi Kebijakan Pendidikan

Karya Darmaningtyas | Edi Subkhan

Resensi ditulis G

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Mei 2012

Pendidikan merupakan hal yang sangat vital. Terlebih bagi pembentukan karakter sebuah peradaban yang selalu mengiringnya. Buku ini menyodorkan dasar-dasar pendidikan yang dibangun oleh founding father bangsa beserta segala aspek teori dan kerangka operasionalnya. Dengan ulasan dan bahasa yang cukup sistematis dan kritis, baik dalam ranah konsep maupun praktis atau aplikasinya, menjadikan buku ini berhasil menampilkan esensi pendidikan sejati.

100 Ilmuan Paling Berpengaruh di Dunia

Karya John Balchim

Resensi ditulis Ahmad Sholahuddin

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Mei 2012

Di era sekarang, manusia telah dimanja berbagai kemudahan hidup dengan hadirnya teknologi yang maikn modern. Semakin berkembangnya ilmu teknologi (iptek) semakin mudah pula hidup manusia. Tapi afdol jika tidak tahu sejarah perkembangan serta para penggagasnya. Buku “100 Ilmuan Paling erpengaruh di Dunia” karya John Balchim ini, menurut sejarah ilmu sains dan para punggawanya. Mulai dari ‘anaximander (611 SM) orang pertama kali yang meragukan bumi itu datar dan bertiang. Phytagoras (581 SM), hingga Stephen Hawking seorang filsuf sekaligus fisikawan di abad 21 ini.

Worry Marketing – Strategi Pemasaran Berbasis kekhawatiran

Karya Fidelis Indriarto

Resensi ditulis Lukluk ul Maknun

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 27 Mei2012

Kekhawatiran yang bisa saja dirasakan setiap orang, lazim menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri seseorang. Ketidakseimbangan ini dapat mendorong seseorang untuk melakukan satu atau lebih tindakan untuk mengembalikan kondisi seimbang. Buku ini membongkar bagaimana kekhawatiran berpengaruh dalam pembentukan keyakinan seseorang. Keyakinan yang sudah terpengaruh ini, pada gilirannya sudah membentuk pola sikap. Sikap yang sudah terbentuk ini lantas berpengaruh pada niat, yang berujung pada perilaku seseorang.

Olahragawan Muslim Top Dunia

Karya Nidia Zuraya | Syahruddin El-Fikri

Resensi ditulis Irwan Kelana

Dimuat REPUBLIKA, 27 Mei 2012

Buku yang ditulis dua wartawan harian Republika ini mengangkat sosok dan prestasi para olahragawan Muslim tingkat dunia. Penulis mengelompokkan mereka berdasarkan jenis olahraga yang mereka tekuni, yakni tinju, sepak bola, pelatih, tenis, basket, dan bulu tangkis. Para olahragawan muslim yang berhasil mencetak tonggak prestasi tingkat dunia itu, antara lain, Muhammad Ali, Mike Tyson, Naseem Hameed dan Amir Khan (tinju). Dibidang olahraga sepak bola ternyata banyak sekali Muslim tersohor dan berprestasi. Misalnya, Zinedine Zidane, Franck Ribery, Samir Nasri, Hakan Sukur, Lilian Thuram, Yaya Toure, Mesut Oezil, dan Nicholas Anelka, dan masih banyak olahragawan yang lain. Mereka mampu membuktikan keteguhan dan keyakinannya meski mereka tinggal , berlatih, dan bertanding di negeri yang penduduk muslimnya minoritas. Mereka tetap menjalankan ibadah shalat, puasa pada bulan Ramadhan, zakat, haji, dan syiar Islam lainnya.

Celoteh Soleh : Bloger yang (kadang) Stand Up Comedian

Karya Soleh Solihun

Resensi ditulis Sigit Widya

Dimuat TRIBUN JOGJA, 27 Mei 2012

Dalam buku ini, Soleh Solihun menyuguhi pembaca dengan ungkapan-ungkapan khasnya. Juga sedikit profil mengenai dirinya. Iya juga tak malu membuka aib percintaanya, termasuk pergulatan batin pribadinya dalam menjalani hidup sebagai seorang Soleh Solihun, yang selalu mengaku bertampang pas-pasan dan sulit dapat jodoh.

John Balchim

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan