-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Kedua Mei 2012

irsadBerikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia. Kabar ini disusun Aya Hidayah dan dibacakan Ratih Fernandez

Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakkan

Karya Kishore Mahbubani

Resensi ditulis Rahman Andi Mangussara

Dimuat KOMPAS, 13 Mei 2012

Mahbubani menggambarkan secara rinci kebangkitan Asia, tepatnya Cina dan India, sejak 30 tahun terakhir yang dimulai dari referensi ekonomi di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping. Kebangkitan ekonomi China dalam waktu kurang dari setengah abad memang membuat decak kagum banyak negara, bahkan oleh pengkritiknya yang paling sisnis sekalipun. Buku ini, sekalipun judulnya memakai kata “Asia”, sesungguhnya yang dimaksud adalah China dan India. Dua negara inilah yang dibahas. Negara-negara Asia lainnya hanya disinggung selintas tak terkecuali Indonesia. Sama seperti sejumlah publikasi lain yang membahas kebangkitan China, buku ini sangat percaya bahwa China kelak pada waktunya, akan mengambil alih dan duduk dihirarki kepemimpinan global.

Allah, Liberty and Love

Karya Irshad Manji

Resensi ditulis Riky Ferdianto

Dimuat KORAN TEMPO, 13 Mei 2012

Tradisi akademik diIndonesia kembali tercoreng. Ruang dialog yang digagas sejumlah lembaga atas peluncuran buku terbaru Irshad Manji, Allah, Liberty and Love, batal terlaksana akibat represi sejumlah kelompok massa. Mereka menilai Irshad sebagai tokoh subversif lantaran bukunya mengusik norma yang menjadi fondasi umat Islam. Dia juga dianggap mempropagandakan homoseksualitas. Dalam buku ini , ijtihadnya berusaha mendamaikan antara problem iman dan kebebasan. Sebuah gagasan teologi inklusif yang membebaskan individu dari cengkraman dogma tentang berbagai persoalan, seperti perkawinan antaragama, penggunaan hijab, atau kekerasan atas nama agama. Norma yang direproduksiatas nama agama, meski sebenarnya merupakan soal identitas, budaya, maupun kehormatan keluarga.

Haji Nekat Lewat Jalur Darat

Karya Bahari

Resensi ditulis Panji Dwi Anggara

Dimuat  JAWA POS, 13 Mei 2012

Buku setebal 494 halaman ini tak ubahnya seperti sebuah mesin waktu: melempar siapa saja kembali ke era ketika pesawat belum dikenal, laut terlalu jauh untuk dijangkau dan darat adalah satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan. Tapi, tak salah juga kalau menganggap buku yang berisi catatan perjalanan wartawan Jawa Pos Bahari menuju Tanah Suci ini semacam “sindiran”: Meski butuh sekitar tiga bulan untuk mencapai Makkah sejak berangkat dari Surabaya lewat darat, tetap saja durasi tersebut jauh lebih cepat daripada berhaji melalui udara yang memerlukan waktu sepuluh tahun. Itulah waktu tunggu jika Anda mendaftar haji di Indonesia saat ini.

Kisah Suksesnya Seorang Pengemis

Karya Feni Sudilarsih

Resensi ditulis Anton Prasetyo

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 13 Mei 2012

Buku ini datang berusaha memberikan pencerahan perjalan kehidupan. Dalam buku ini diterangkan panjang lebar bagaimana seseorang harus bersikap dalam meneliti kehidupannya. Selain itu dibahas juga bagaimana seseorang harus diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat tercapai.

Dua Malam Bersama Lucifer

Karya Buang Sine

Resensi ditulis Ronny SV

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 13 Mei 2012

Iblis atau setan memang musuh manusia. Berbagai upaya dilakukan setan untuk memperdaya manusia, agar senantiasa bergelimang kenikmatan yang membungkus dosa. Buku ini berisis dialog penulis dengan Lucifer yang merupakan identifikasi penguasa kegelapan. Buku yang dikemas dalam bentuk novel ini menampilkan dialog dengan Lucifer, yang mengalir dengan bahasa yang komunikatif. Dalam dialog ini penulis mencoba mengungkap strategi, tipu muslihat setan untuk menjerumuskan manusia yang dinilai tidak setia pada imannya.

Doa Bukan Lampu Aladin: Mengerti Rahasia Zikir dan Akhlak Memohon kepada Allah

Karya Jalaluddin Rakhmat

Resensi ditulis Hendra Sugiatoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 13 Mei 2012

Siapapun kita tentu pernah berdoa. Banyak doa yang kita panjatkan kepada Tuhan dari bangun tidur di pagi hari sampai tidur lagi di malam hari. Doa tak dipungkiri menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai manusia. Namun, apakah kita memahami  hakikat doa yang sesungguhnya? Untuk mendapatkan penjelasan terkait doa secara lebih jernih buku ini menarik untuk disimak.

Bila Cinta Mencari Cahaya

Karya Harri Ash-Shiddiqie

Resensi ditulis Irwan Kelana

Dimuat REPUBLIKA, 13 Mei 2012

Membaca novel ini perasaan kita seperti dibelai-belai oleh untaian cerita yang begitu lembut dan romantis dalam balutan-balutan pucuk-pucuk teh yang selalu tersenyum menyambut matahari pagi. Buku ini menceritakan seorang gadis bernama Izza. Dia cantik, pintar dan berjilbab, jilbab-jilbab itulah yang menjadi persoalan ketika dia melamar kerja disebuah perusahaan perkebunan. Namun dari sekian banyak pelamar dialah calon yang terbaik. Akhirnya mau tidak mau Izza diterima bekerja sebagai kepala kantor perkebunan teh. Diterima bekerja bukan berarti semuanya selesai. Justru, sejak hari pertama bekerja, Izza terus menerus menghadapi teror dari atasan maupun rekan-rekan kerjanya. Ditengah berbagai tantangan dan tekanan, bahkan ancaman fisik dan psikis, pada akhirnya cintalah yang menguatkan langkah Izza, yaitu cinta yang dapat mengubah segala kesedihan menjadi kebahagiaan.

Jejaring Radikalisme Islam di Indonesia

Karya Bilver Singh | Abdul Munir Mulkhan

Resensi ditulis Andi Andrianto

Dimuat SUARA MERDEKA, 13 Mei 2012

Paham dan aksi radikalisme tumbuh berkembang menjadi ideologi serta identitas mengancam multikulturalisme dan heterogenitas masyarakat negeri ini. Kelompok radikalisme menebar teror, menumbuhkan ideologi kebencian pada keyakinan serta golongan lain berbeda haluan teknologi, ideologi, dan bahkan gerakan politik. Maraknya radikalisme di era kontenporer memiliki ikatan sejarah dan sosiopolitik. Buku ini tidak hanya menganalisis akar radikalisme secara komperhensif. Tapi juga berupaya melakukan deradikalisasi terhadap radikalisme.

Perang Panglima: Siapa Menghianati Siapa?

Karya Femi Adi Soempeno

Resensi ditulis Sigit Widya

Dimuat TRIBUN JOGJA, 13 Mei 2012

Buku ini menceritakan persaingan Prabowo dan Wiranto di dunia militer untuk meraih jabatan tertinggi. Perseteruan mereka mencapai puncak pada Mei 1988. Bahkan, keduanya, dalam buku ini ditulis telah terlibat dalam peristiwa penculikan para aktivis dan kerusuhan pada Mei 1988. Tak hanya Parbowo dan Wiranto, BJ Habibie juga disebut-sebut menjadi kunci peristiwa Mei 1988.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan