-->

Kronik Toggle

Jafar canangkan gerakan gemar membaca dan menulis

Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR RI Mohammad Jafar Hafsah mencanangkan gerakan gemar membaca dan menulis bagi masyarakat Indonesia.

Pencanangan tersebut dilakukan Mohammad Jafar Hafsah pada kegiatan “Pentas Seni dan Budaya: Peluncuran Gerakan Indonesia Membaca dan Menulis” di Jakarta, Minggu malam.

Acara yang menampilkan sejumlah penyanyi dan penari tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan solidaritas membangun Indonesia gemar membaca dan menulis.

“Masyarakat Indonesia harus didorong untuk gemar membaca dan menulis,” katanya.

Menurut dia, melalui pentas seni dan budaya yang menampilkan penyanyi dan penari serta mengulas buku-buku karya anak bangsa guna menggugah dan meningkatkan minat baca kepada masyarakat Indonesia.

Jafar Hafsah yang telah menulis sebanyak 24 judul buku ini meyakini, banyak buku-buku yang memberikan pencerahan karya putra bangsa yang cerdas.

“Dengan membaca, tentu kita bisa mendapatkan banyak manfaat ilmu, serta dengan menulis kita bisa menjadi kreatif,” kata Jafar.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Gemar Membaca dan Menulis itu menambahkan, membaca dan menulis ibarat dua sisi yang berbeda dalam satu kesatuan mata uang yang sama.

Meskipun berbeda dan dapat berdiri sendiri-sendiri, menurut dia, tapi hakikat dan kesejatiannya, membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang saling menggenapkan, menguatkan, meneguhkan, memberi makna dan nilai satu sama lainnya.

“Bagi seorang penulis, membaca adalah modal utama. Kebiasaan membaca akan memudahkan dalam menemukan ide atau gagasan,” katanya.

Ketua DPP Partai Demokrat itu menambahkan, dengan membaca dapat membuat benak dipenuhi berbagai pengetahuan yang bisa menjadi modal utama untuk diungkapkan secara tertulis.

Bagi Jafar Hafsah, gemar membaca dan menulis sudah dilakukan sejak ketika masih duduk dibangku SMP.

Jafar Hafsah menyatakan, saat dibangku sekolah dirinya slealu menyempatkan diri untuk membaca dan menulis.

Demikian juga setelah menduduki jabatan direktur jenderal di Departemen Pertanian, Jafar selalu menyempatkan untuk membaca dan menulis, meskipun sudah sangat padat.

Pikiran dan gagasannya dituangkan secara tertulis menjadi buku teks.

“Setelah bertahun-tahun menulis buku, saya dapat membagikan beberapa pengalaman untuk menularkan kebiasaan menulis, terutama bagi generasi muda yang menjadi pewaris masa depan,” katanya.
(R024/N002)

*)Antara, 27 mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan