-->

Kronik Toggle

'Gaya Penulisan Muara Bagdja Sangat Detail'

SEMPAT bekerja sama dalam penulisan buku, Chenny Han memiliki kesan tersendiri pada sosok almarhum Muara Bagdja. Seperti apakah?

Desainer dan pakar tata rias Chenny Han pernah bersinergi dengan almarhum Muara Bagdja dalam penulisan buku. Chenny begitu bangga sempat menjalin kerja sama dengan pengamat mode senior tersebut.

“Dia terakhir menulis buku saya soal bridal. Tapi sayang, saat dia sakit tidak mau dijenguk,” tutur Chenny saat ditemui Okezone di rumah duka Jalan Rawasari Timur IV, No. 28, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2012).

Kepergian Muara begitu membuat Chenny sedih. Pasalnya, Chenny ingin buku-buku berikutnya dikerjakan dengan tangan dingin Muara Bagdja.

“Masih ada tiga buku lagi sebenarnya yang belum dikerjakan Mas Muara,” jelasnya.

Bagi Chenny, sosok Muara tidaklah tergantikan. “Gaya bahasa beliau kalau menulis itu sangat detail,” pujinya.

Muara Bagdja lahir di Jakarta, 19 Januari 1957. Di dunia mode, Muara sempat bekerja sebagai redaktur mode, pengamat mode, penulis lepas, pengarah gaya dan kontributor di beberapa majalah wanita ibu kota. Selain itu, Muara sempat menjadi editor buku beberapa desainer ternama serta juri lomba busana, pembicara seminar dan talkshow, narasumber di beberapa acara mode dan wanita di televisi, pengarah gaya pemotretan sampul album penyanyi, pengarah gaya pemotretan buku, dan koordinator media. Di usia 55, Muara meninggal dunia karena terserang penyakit kanker getah bening di RSCM Kencana, Jakarta, 30 April 2012.

*)Okzone, 2 Mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan