-->

Kronik Toggle

Farid Wajdi: Penyerangan MMI Ancaman Serius Keberagaman Jogja

YOGYAKARTA – Insiden penyerangan Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) di acara diskusi buku karya Irshad Manji di Kantor Yayasan LKiS (9/5) sangat menyedihkan. Mengingat Jogja adalah kota yang kondusif dan warganya saling menghormati perbedaan.

Demikian dikatakan Direktur LKiS Farid Wajdi di LBH Jogja (10/5).  Bahkan Farid mengatakan, penyerangan MMI ini sebagai gangguan serius terhadap keberagaman yang telah terbangun sejak lama. Untuk itu, Farid tak akan menyerah kepada tekanan apa pun seperti yang telah dilakukan MMI. Bahkan pihaknya mengaku mengusut tuntas kasus ini hingga sampai pada pucuk pimpinan MMI.

“Sebagai organisasi kemasyarakatan, MMI bukan kali ini saja membuat kegaduhan. Belum lama ini, seniman Bramantyo Prijosusilo juga menjadi korban dari arogansi MMI,” ujar Farid.

Lebih lanjut Farid menjelaskan selama ini lembaga yang dipimpinnya sangat dekat dengan masyarakat sekitar Pura Plumbon Banguntapan Bantul. Bahkan menurut dia setiap bulan LKiS selalu menggelar diskusi regular dengan pembicara dari berbagai elemen. Sehingga Farid mengaku bohong besar jika LKiS dianggap tidak pernah memberitahukan Ketua RT setempat.

Lantaran diskusi yang digelar di LKiS sudah rutin dan regular setiap bulan, maka LKIS heran mesti membuat surat ke polisi. “Diskusi yang kami selenggarakan ini sudah rutin. Lagi pula sudah dilindungi oleh undang-undang, yakni UU nomor 11 tahun 2005, dan UU nomor 8 tahun 98, yang melindungi kegiatan ilmiah semacam diskusi,” kata Farid. (Irvan Muhammad)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan