-->

Kronik Toggle

Diskusi Buku Membunuh Indonesia Diteror Dinas Kesehatan Bogor

Bogor – Setelah heboh pembubaran diskusi buku Irshad Manji di Jakarta dan Yogya beberapa hari lalu, kali ini kasus serupa terjadi di Bogor. Jumat (11/05/2012 ), BEM Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor menyelenggarakan diskusi buku Membunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek karya Abhisam DM dkk. Namun terjadi teror pada pelaksanaannya.

Bedah buku ini menghadirkan pembicara praktisi hukum Sri Hartini, SH, MH dan Koordinator Komunitas Kretek Wilayah Jakarta-Bogor Jibal Windiaz. Sebenarnya fase persiapan acara berlangsung baik-baik saja.

Pihak rektorat pun sudah memberikan izin pada acara tersebut, bahkan acara boleh dilaksanakan di ruang rapat rektorat. Namun pihak Dinas Kesehatan Bogor datang sebelum acara, lalu memanggil Ketua BEM UIKA Ahmad Hidayat. Setelah mencecar dengan beberapa pertanyaan, utusan Dinas Kesehatan menanyakan izin acara tersebut.

“Seharusnya acara begini meminta izin dulu ke Dinas Kesehatan!” demikian kalimat yang meluncur dari utusan Dinkes Bogor, sebagaimana ditirukan Ahmad Hidayat.

Lebih jauh, sang utusan Dinkes menyatakan bahwa diskusi buku Membunuh Indonesia di UNIKA adalah ilegal. Alasannya, acara yang sama di Universitas Pakuan dan Universitas Juanda juga tidak mendapatkan izin dari rektorat.

“Ini sangat tidak masuk akal,” kata Ahmad Hidayat kepada wartawan. “Apa urusannya izin Dinas Kesehatan dengan aktivitas intelektual di kampus?”

Setelah pembicaraan yang panas, utusan Dinkes meninggalkan lokasi. Namun beberapa saat kemudian ia mengirimkan pesan pendek ke Ahmad Hidayat, menegaskan bahwa acara serupa tidak diizinkan oleh Rektor Universitas Pakuan dan Universitas Juanda.

Acara tetap berjalan. Sayang, beberapa saat kemudian arus listrik di ruang diskusi padam. Anehnya, ruang-ruang lain tetap menyala. Upaya menyalakan lagi arus listrik untuk ruang tersebut menemui kegagalan. “Jujur saja ini sangat mencurigakan,” Jibal Windiaz, salah satu pembicara, berkomentar.

Acara tetap berlanjut meski tanpa aliran listrik, sehingga pengeras suara pun tidak berfungsi.

Sebagaimana diketahui, Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang gencar menjalankan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok. Sementara, buku Membunuh Indonesia adalah hasil riset mengejutkan tentang kretek, rokok cengkeh khas Indonesia.

Di buku itu juga dibeberkan data-data tentang peran sangat signifikan industri kretek bagi kemandirian perekonomian nasional. Juga bahwa gempuran kampanye antirokok di Indonesia tak lebih dari aksi kepentingan dagang industri farmasi asing yang main mata dengan pabrik rokok putih.

“Rupanya Dinas Kesehatan Bogor mengira ini buku ajakan untuk merokok,” sambil tertawa, Abhisam DM berkomentar via telepon. Salah satu penulis Membunuh Indonesia yang juga Koordinator Nasional Komunitas Kretek itu menutup dengan pernyataan keras, “Sikap apriori Dinkes Bogor itu bukan cuma memalukan, tapi juga sangat berbahaya bagi kultur intelektual kampus,” tandasnya. [Priambodo]

*)Seruu.com, 11 Mei 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan