-->

Kronik Toggle

Buku Tifatul Ungkap Tawar-menawar Koalisi PKS-SBY

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera pernah mengajukan sembilan nama calon untuk menduduki kursi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Hal tersebut diungkapkan dalam buku biografi Tifatul Sembiring yang berjudul Sepanjang Jalan Dakwah yang diluncurkan pada Sabtu, 7 April 2012, di Galeri Indosat, Jakarta.

Dalam buku itu disebutkan pengajuan sembilan nama calon itu terjadi saat pertemuan empat mata antara Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan Susilo Bambang Yudhoyono saat detik-detik menjelang deklarasi pasangan SBY-Boediono di Bandung.

“Kami waktu itu ajukan sembilan, SBY yang memilih. Kami waktu itu bertanya posisi Menko Kesra, SBY lantas balik bertanya, untuk siapa, Ustad? Saya waktu itu menjawab untuk Hidayat Nur Wahid,” kata Hilmi Aminuddin dalam buku biografi Tifatul.

SBY selanjutnya berharap Hidayat Nur Wahid tetap menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. “Dengan spontan, SBY menjawab lagi. Wah, Ustad, saya masih nyaman kalau beliau tetap sebagai Ketua MPR. Menko Kesra mau saya kasih Hatta Rajasa. Ini posisi SBY sebelum deklarasi calon presiden,” kata Hilmi dalam buku itu.

Ketika SBY meminta agar Hidayat Nur Wahid di MPR, Hilmi pun sempat menanyakan karena posisi Ketua MPR harus melalui proses pemilihan. “SBY kemudian menjawab, ya nanti kita upayakan, nanti kita dukung,” kata Hilmi dalam buku.

Dari hasil pertemuan tersebut, keduanya akhirnya sepakat untuk empat nama kader PKS yang akan menduduki kursi menteri, yaitu Tifatul Sembiring sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Suharna sebagai Menteri Riset dan Teknologi, Salim Segaf Al Djufrie untuk Menteri Sosial, dan Suswono sebagai Menteri Pertanian. Belakangan, Suharna terlempar dari kabinet karena SBY melakukan kocok ulang.

*)Tempo.co, 8 April 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan