-->

Kronik Toggle

50 LSM Kutuk Serangan Mujahiddin ke Kantor Yayasan LKiS

YOGYAKARTA — Kasus penyerangan Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) ke LKIS Rabu malam (9/5) berbuntut panjang. Solidaritas 50-an Lembaga Swadaya Masyarakat pada Kamis siang mendatangi Mapolda DIY untuk menuntut pengusutan tuntas kasus ini. Termasuk di dalamnya Pamswakarsa Banser DIY.

Di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, 50 LSM menggelar jumpa pers. Mereka mengutuk apa yang telah dilakukan MMI terhadap LKIS.

Kasus penyerangan MMI ini bermula saat LKIS menggelar diskusi regular, dengan mengundang tokoh Islam feminis Irshad Manji, terkait bukunya yang berjudul “Allah, Liberty, and Love”.

Sekitar pukul 19.30, saat diskusi baru berjalan sekitar 30 menit, ratusan massa dari MMI datang, dan merangsek masuk kantor LKIS. Massa yang semuanya menggunakan cadar dan jubah hitam, dengan membawa parang berteriak teriak meminta diskusi untuk dibubarkan. Dengan brutal massa memukuli peserta diskusi, hingga 7 orang dilaporkan mengalami luka. Bahkan lima orang harus dilarikan ke rumah sakit. Usai beraksi, massa MMI kemudian pulang, dan selang beberapa menit kemudian polisi datang untuk mengamankan lokasi.

Melihat fakta demikian, LBH Jogja melalui ketuanya Samsudin Nurseha mengutuk penyerangan itu. Dengan kejadian ini, pihaknya menganggap pemerintah telah gagal menciptakan keamanan bagi warganya. Untuk itu, LBH Jogja melayangkan sejumlah laporan ke Komnas HAM agar turut mendesak Polda DIY mengusut tuntas kasus ini.

“Pelaku dapat dikenai pasal pengrusakan dan penganiayaan berencana,” kata Samsudin. (Irvan Muhammad)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan