-->

Kronik Toggle

Kretek Terakhir Pram

Dini hari 30 April 2006. Saat para pembesuk pulang satu-satu, Pram menggeliat setelah beberapa kali kehilangan kesadaran. Ditemani oleh keluarga dan sahabat-sahabat terdekatnya, sebuah lingkaran yang sangat kecil, ia memintakan sesuatu. Ya, ia memohonkan kepada putera-puterinya untuk mengambilkan kretek kesukaannya. Dan kretek itu diberikan. Dan ia meminta lagi agar kretek itu disulut. Dan keluarga menolak. Ya menolak. Kretek yang sudah di bibir Pram itu tetap dibiarkannya di bibir hingga ia tertidur tenang di pagi hari. Hingga pada pukul 08.55, 30 April 2006 ia pergi untuk selamanya dengan kretek terakhir yang tak tersulut. Tugasmu apa? Menyulut perlawanan atas penghancuran kretek di Nusantara oleh perusahaan multinasional (Rokok Putih) yang memboncengi cendekia, ulama-ulama su, dan birokrasi pemerintah.

NB: Kretek, rokok yang memakai cengkeh sebagai bahan utama selain tembakau. Juga rempah-rempah seperti kayu manis dan kapulaga (Puthut EA)

2006 04 30_Buku_Kretek Terakhir Maestro_Pram KOLASE

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan