-->

Kronik Toggle

Istri Teroris Bom Buku Didakwa 15 Tahun Penjara

Jakarta – Deni Charmelita, istri terdakwa teroris bom buku, Pepi Fernando, diancam hukuman 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Menurut jaksa Rinie Hartati, Deni diduga sengaja menyembunyikan informasi tentang keterlibatan suaminya dalam kasus terorisme bom buku dan gereja di Serpong.

“Diancam dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” kata Rinie di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, 16 Februari 2012.

Rinie menyatakan, Deni diduga dengan sengaja memberikan bantuan atau kemudahan kepada pelaku tindak pidana terorisme berupa harta yang dimilikinya. Deni juga didakwa oleh jaksa sengaja mencegah atau merintangi proses hukum kepada pelaku tindak pidana terorisme.

Deni menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Deni dijerat dengan Pasal 15 jo Pasal 7, Pasal 13 huruf a dan c, dan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.

Menurut Nurlan, pengacara Deni, apa yang dilakukan oleh Deni bukan tindak pidana terorisme. Tindakan yang dilakukan oleh Deni disebut Nurlan hanya menuruti perintah suaminya. “Hanya yang jadi masalah adalah apakah sengaja atau tidak Deni melakukan itu,” kata Nurlan seusai persidangan.

Keterlibatan kliennya juga disebut Nurlan karena faktor Deni sebagai istri dari Pepi Fernando. Nurnal juga menyatalan bahwa Deni hanya mengikuti perintah dari suaminya. “Jadi, Deni tidak mungkinlah (terlibat secara langsung),” kata Nurlan.

Nurlan menyatakan akan segera mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa tersebut. Nurlan mengatakan hanya mempermasalahkan aspek formalnya saja. “Jadi, apakah dakwaan jaksa penuntut umum itu sudah memenuhi syarat atau belum,” Nurlan menjelaskan.

Deni yang menghadiri sidang dengan menggunakan kemeja putih dan celana panjang hitam tampak serius mengikuti jalannya persidangan. Dia akhirnya tak kuasa menahan air matanya setelah jaksa mendakwanya dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

DIMAS SIREGAR

*)Tempo.co, 16 Februari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan