-->

Kronik Toggle

Erasmus Huis Pamerkan Ilustrasi Buku Anak-anak

JAKARTA–Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis menyelenggarakan pameran ilustrasi buku anak Belanda. Dalam pameran ini, sebanyak 80 ilustrasi buku anak dan 63 buku anak dipamerkan ke publik. RinaTjokorde, dari Erasmus Huis, menjelaskan, pameran ini adalah kali pertama diselenggarakan dan dibuka dari 14 Januari hingga 10 Februari mendatang.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Seto Mulyadi (Kak Seto), yang dilanjutkan dengan acara mendongeng. Pada pembukaan, Raden Soejadi, yang terkenal dengan sebutan Pak Raden, mendongeng di depan 100 anak. Dengan goresan spidolnya, ia juga menceritakan kembali isi buku Boris en Barbara karangan Dick Broma.

Kisah petualangan seekor beruang bernama Boris dan pasangannya, Barbara, ini sangat menarik minat anak-anak yang mendengar. Rina menjelaskan, selain terkenal akan kincir angin, Belanda juga dikenal dengan buku cerita anak. Tiap tahun, ada banyak buku cerita anak diterbitkan dengan ilustrasi yang menarik.

“Buku yang berisi sedikit ilustrasi diperuntukkan bagi anak usia SD, sementara untuk TK lebih banyak gambar dan sedikit teks,” terangnya. Dari ilustrasi yang ditampilkan, memang tampak mayoritas penulis berperan sebagai ilustrator. Seperti pada buku Sinterklaas, pengarang yang bernama Charlotte Dematons membuat sendiri ilustrasi tersebut.

Demikian juga Dick Bruna yang mengilustrasikan sendiri bagaimana rupa Boris, Barbara, dan teman-temannya dalam Boris en Barbara. Ilustrasi yang mereka buat disukai anak-anak dengan tampilan sederhana, yang juga menggunakan warna-warna cerah dan berani.

Dari semua buku yang ikut dipamerkan, ada buku yang menjadi banyak perhatian pengunjung, yaitu Pietje Bell karya Gaat Vliegen. Buku ini merupakan buku anak yang wajib dibaca oleh pribumi yang belajar di sekolah Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Buku yang sudah diterbitkan sejak tahun ’30-an ini tentu saja membawa kembali ingatan pengunjung yang berusia lansia pada saat mereka kecil.

Uniknya, walau namanya pameran ilustrasi buku anak, ada juga buku bertema dewasa, seperti Sjaantje Doet Alsof karangan Sjoerd Kuyper dan Daan Remmerts de Vries. Ilustrasi yang ditampilkan di dinding ruang pameran adalah tokoh Sjaantje, gadis kecil yang diboncengi kakeknya.

Jika menilik ilustrasi dalam buku ini, yang semua cerita berisi gambar berukuran satu halaman penuh, orang mengira hanya berisi cerita ringan. Namun jika menyimak teksnya, ternyata berisi imajinasi gadis kecil bernama Sjaantje yang setiap hari bertingkah seolah-olah ia sedang berinteraksi dengan kakeknya.

Sjaantje bersikap manja terhadap kakeknya. Mereka bersepeda ke toko kue untuk membeli kue kegemaran Sjaantje yang sudah habis. Di jalan, mereka diberhentikan polisi yang ternyata juga hanya imajinasi Sjaatnje. wan/R-1

Sumber: Portal berita Koran Jakarta, 8 Februari 2012, “Uniknya Ilustrasi Buku Anak-anak di Belanda”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan