-->

Resensi Toggle

Buku Sakti Pegiat Literasi

Gempa Literasi_Gol A GongKitab setebal 580 halaman ini menghimpun 99 esei tentang dunia perbukuan, perpustakaan, komunitas literasi, budaya membaca dan menulis, serta taman bacaan masyarakat . Sebuah kitab rujukan, terutama bagi para pegiat literasi. Mulai dari pekerja buku, penulis, pustakawan, pegiat literasi, pengelola taman bacaan, hingga periset budaya baca.

Tema keberaksaraan (literasi) didedahkan dari dua segi. Pertama dari sisi konsepsi atau pengetahuan. Pada bagian ini dijelaskan secara gamblang tentang definisi literasi. Yakni melingkupi literasi teknis, fungsional, dan budaya.  Pada bagian pertama ini pula, ditambahkan penegasan bahwa membentuk masyarakat pembelajar (learner society) yang dilahirkan dari masyarakat pembaca (reader society) sudah tidak dapat dielakkan lagi. Sedangkan yang kedua, dari segi praktik di lapangan.

Di ranah kedua ini pekat dengan beberan contoh nyata bagaimana buku diupacarai, dan komunitas literasi merayakan buku. Rumah Dunia banyak dijadikan titik pijak.  Entah ia sebagai taman bacaan masyarakat, maupun sebagai komunitas literasi. Di Rumah Dunia, para pegiat yang terlibat turut pula menjadi saksi kebenaran makna literasi yang dirumuskan Unesco sebagai kunci peningkatan kapasitas seseorang, dan memberikan banyak manfaat sosial, di antaranya cara berpikir kritis, partisipasi politik, serta meningkatkan kualitas kehidupan. Terutama ekonomi.

Menariknya, “Buku Sakti Pegiat Literasi” ini melampirkan pula 50 profil komunitas literasi di Indonesia.  Mulai dari komunitas penikmat film Star Trek, hingga penggemar game online berbasis teks, Indohogwarts.  Kelima puluh komunitas itu hadirkan sebagai cerminan tengah menggeliatnya dunia literasi di Indonesia sekaligus menggambarkan pula betapa luas bentangan makna literasi. Tidak saja baca dan tulis, tapi juga tonton, dengar, dan main.

Penganggit Gempa Literasi, Gol  A Gong dan Agus M Irkham, bukanlah nama asing di lapangan gerakan budaya membaca dan menulis di Indonesia. Pertama disebut, banyak dikenal orang selain sebagai novelis Balada Si Roy, adalah pendiri  taman bacaan masyarakat Rumah Dunia, di Serang, Banten.  Gong, menjadi salah satu socialpreneurs budaya baca paling berpengaruh di Indonesia.

Sedangkan yang kedua, lebih banyak dikenal publik sebagai penulis dan Instruktur literasi di Forum Indonesia Membaca! Keduanya kini bergabung menjadi anggota pengurus pusat forum taman bacaan masyarakat (FTBM).

Mengapa 99 esei? Kok tidak digenapi saja menjadi 100.

Di dalam pagina pengantar penulis, Gol A Gong dan Agus M Irkham merisalahkan: “Kami lebih senang menempatkan capaian kami saat ini sabagai sebuah perjalanan yang belum selesai. Ada banyak hal yang kami cita-citakan, dan itu belum tercapai. Pengalaman dan temuan kami juga bukan sesuatu yang sudah final.

Artinya seiring berjalannya waktu akan terus mengalami perubahan. Harap kami, tentu saja perubahan ke arah kemajuan. Kesadaran ini kami simbolkan dengan angka 99.”

Dengan tandas keduanya melanjutkan: “Kesempurnaan buku ini sangat ditentukan oleh kesediaan Anda untuk mendayagunakan dan memanfaatkan informasi dan inspirasi yang kami semai di 99 esei. Angka tersebut bermakna undangan kami untuk Anda, para pembaca, guna menggenapi menjadi 100.
Kedirian, kiprah, kesadaran yang diteruskan dengan aksi nyata, lantas Anda menuliskannya, itulah yang akan menggenapi temuan kami yang berjumlah 99 itu menjadi bilangan sempurna, seratus. Kesediaan Anda untuk bergerak dan ambil bagian dari rombongan besar pejuang literasi menjadi kesempuranaan buku ini. Kesempurnaan substansial!”

Bacaan yang oleh penulisnya disebut sebagai salah satu bentuk ijtihad literasi ini diharapkan mampu menambah buku rujukan tentang literasi di Indonesia yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Buku yang dibandrol dengan harga Rp85.000 ini direncanakan akan terbit pada pertengahan Februari 2012. ●(Gatra)

Judul Buku :     Gempa Literasi:  Dari Kampung untuk Nusantara
Penulis         :     Gol A Gong dan Agus M Irkham
Penerbit      :     Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta
Tebal            :      580 halaman
Cet                 :     I Februari 2012
Harga           :   Rp85.000

*)Gatra, 16 Januari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan