-->

Kronik Toggle

15 Buku Kuno Misterius itu Siap Dialihbahasakan

Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, akan mengalihbahasakan 15 buku kuno. Buku-buku berusia berusia lebih dari 50 tahun ini mereka dapat secara hibah setelah dikirim oleh seseorang tanpa nama melalui paket pada Selasa (7/2).

Tidak ada nama pengirim di kardus yang digunakan untuk membungkus buku-buku tersebut. Hanya dicantumkan alamat Museum Radya Pustaka. “Buku-buku ini dalam kondisi cukup terawat, sudah berumur lebih dari 50 tahun. Ada yang ditulis dengan huruf Jawa kuno dan ada juga yang menggunakan huruf Latin,” ujar Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Djaka Darjata, Kamis (16/2).

Buku-buku ini sudah menggunakan sistem percetakan dan bukan ditulis tangan. Dari ke-15 buku itu, yang paling ‘berharga’ adalah Serat Rama yang ditulis dengan huruf Jawa kuno dan terdiri atas 508 halaman. “Serat Rama bercerita tentang dunia wayang dan segala seluk beluknya,” kata Djaka lagi.

Selain Serat Rama, ada juga buku kebatinan sebanyak empat hingga lima buku yang dikarang tahun 1926. Sedangkan sisa buku lainnya menceritakan soal primbon Jawa, salah satunya juga menggunakan huruf Jawa kuno.

Buku-buku ini selanjutnya akan segera dialihbahasakan. Untuk melakukannya, pihak Radya Pustaka siap bekerja sama dengan Yayasan Sastra. “Sementara ini, buku-buku itu akan kami simpan dulu hingga ada pemilik asli yang menyatakan buku tersebut miliknya. Kalau sudah, akan ada proses administrasi dan ada berita acara,” ujar Djaka yang menambahkan ke-15 buku itu sudah dipamerkan ke publik.

Selain mendapat hibah buku, Museum Radya Pustaka juga tengah bersiap memamerkan naskah-naskah kuno yang sudah di digitalisasi dalam bentuk Compact Disc (CD). Ini merupakan hasil kerjasama musem dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

“Mikrofilm naskah-naskah kuno yang sempat disusun dan ditelantarkan sudah kami susun dan perbaiki. Jika ada masyarakat yang ingin membaca naskah Babad Tanah Jawi tinggal kami pamerkan lewat CD,” ujar Djaka.

*)nationalgeographic.co.id, 16 Februari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan