-->

Lainnya Toggle

Tomas Transtroemer Pemenang Nobel Sastra 2011

STOCKHOLM – Yayasan Nobel Kerajaan Swedia memberikan hadiah nobel pada penyair lokal Swedia bernama Tomas Transtroemer. Karya-karya psikolog yang pernah mengalami stroke pada 1990 dan berdampak pada kemampuannya untuk berbicara itu dinilai panitia memberikan gambaran segar atas realitas hidup.

Puisi-puisinya yang diterbitkan Publishers Weekly dan mengungkapkan misteri hidup yang “mistis dan sedih” telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa.

Transtroemer terkenal karena karya surealisnya yaitu tentang rahasia jiwa manusia. Sejak menderita serangan jantung pada tahun 1990, pria berusia 80 tahun itu hidup menyendiri di kota kelahirannya Stockholm. Terakhir pada tahun 2004, Transtroemer mempublikasikan kumpulan sajaknya “Teka Teki Besar”.

Ia menjadi penulis ke -108 yang mendapat hadiah sastra nobel dan berhak atas hadiah uang sebesar 10 juta kronor atau sekitar Rp 12,8 miliar.

Syair-syairnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh dua teman dekatnya penyair Amerika Robert Bly dan penyair Skotlandia Robin Fulton.

Fulton mengatakan Transtroemer akan terus dikenang karena gambarannya yang sangat tajam dengan metafor dan sejumlah kejutan pada puisi-pusinya menyangkut kehidupan.

Fulton mengakui, Transtroemer memang sudah sering difavoritkan akan meraih hadiah Nobel. Ia termasuk warga Eropa ke delapan yang menang hadiah Nobel Kesusasteraan dalam 10 tahun terakhir ini dan menjadi warga Swedia pertama yang menang sejak Eyyind Johnson dan Harry Martinson mendapatkan nobel yang sama pada 1974.

Transtroemer lahir di Stockholm April 1932.  Ia mengambil kuliah psikologi, sejarah sastra dan agama pada tahun 1950-an.  Koleksi pertama puisinya adalah “Puisi Tujuh Belas” yang diterbitkan saat ia berusia 23 tahun.

(Deb / Deb)

*)Jaringnews 6 Oktober 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan