-->

Kronik Toggle

Perpustakaan SS Media Gelar Bedah Buku dan Pemutaran Film

Agustinus Wibowo seorang penulis, jurnalis, backpacker, explorer sekaligus observer yang telah menulis 2 buku yakni “Selimut Debu” dan “Garis Batas”, dihadirkan langsung sebagai nara sumber.

Kegiatan ”Bedah Buku dan Pemutaran Film” ini diselenggarakan Perpustakaan Suara Surabaya (SS) Media pada hari Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 18.30 – 20.30 WIB di Hall Suara Surabaya Media, Jl. Wonokitri Besar 40 C Surabaya. Acara terbuka untuk umum.

”Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin Perpustakaan Suara Surabaya Media untuk menambah wawasan. Mempertemukan penulis, pembaca, juga komunitas-komunitas. Kali ini acara dikemas berbeda, karena ada pemutaran film juga,” kata Novrianti Chitrawidya staf pengelola Perpustakaan SS Media sebagai penyelenggara kegiatan bedah buku ini.

Agustinus Wibowo, penulis yang dihadirkan malam nanti, selain menjadi nara sumber dalam kegiatan Bedah Buku dan Pemutaran Film, juga akan mengisi acara live Talkshow ”Muda Tapi Luar Biasa” di Radio Suara Surabaya FM 100 pukul 21.00-22.00 WIB. Selain itu juga kisah Agustinus Wibowo ini bakal diputar di She Radio FM 99.6.

Menurut pengakuan Agustinus Wibowo yang sudah hidup di perjalanan selama 4 tahun lebih, dia menemukan bahwa inti perjalanan bukan lagi pada perpindahan fisik tetapi lebih pada penggalian spiritual. Dan hidup pun sebenarnya adalah perjalanan dan perjalanan adalah hidup.

”Semuanya juga dimulai dari sebuah mimpi. Saya melakukan perjalanan melalui mimpi yang sangat sederhana yaitu hanya sekedar keluar negeri. Tetapi ketika kita menghadapi kehidupan di jalan, kita menghadapi cobaan berbagai hal-hal yang tidak terduga. Maka kita dihadapkan kepada perjuangan bahwa perjalanan hiduppun adalah proses untuk berjuang dan bertahan. Ketika kita berjuang dan bertahan itulah apa yang kita cita-citakan,” ungkapnya.

Buku berjudul ”Selimut Debu” berkisah tentang warna warni kehidupan di Afghanistan yang akrab dengan perang, kemiskinan, taliban dan teror bagi kebanyakan orang. Namun di negeri yang tak kunjung usai dihajar perang, ternyata ada sebuah impian, tradisi kuno, kebanggaan dan peradaban.

Sedangkan buku “Garis Batas” mengisahkan perjalanan yang menguak Islam di Asia Tengah yang simple tapi misterius warisan sekularisasi Uni Soviet. Melalui buku Garis Batas ini kita diperkenalkan lebih dekat dengan negara Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan dan Turkmenistan.

Indah Kristiana crew newsroom SS pada suarasurabaya.net, Rabu (12/10/2011) mengaku sudah tidak sabar mengikuti bedah buku ini. “Saya sudah baca buku Selimut Debu dan menarik sekali. Makanya saya ingin mendengar langsung kisahnya dari mas Agustinus penulisnya yang pernah ke Afghanistan,” ungkapnya.(ipg)

*)Suarasurabaya.net 12 Oktober 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan