-->

Kronik Toggle

PBNU-UI Terbitkan Buku 'Hitam-Putih Tembakau'

DEPOK – Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) menerbitkan buku yang berjudul “Hitam-Putih Tembakau”.

“Buku tersebut diluncurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani tembakau di Indonesia dan memberikan sumbangan untuk memperbaiki tata niaga tembakau,” kata salah seorang penulis buku, Andi Rahman Alamsyah, dalam bedah buku di kampus UI Depok, Kamis (13/10).

Buku yang terdiri dari 192 halaman itu ditulis oleh lima dosen PTN, yaitu Abdil Mughis Mudhofir yang merupakan dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Andi Rahman Alamsyah yang juga dosen di UI.

Selain itu, Audriane F Sani yang merupakan peneliti alumnus UI, Feri Suprapto yang merupakan peneliti alumnus UI, Zaenal Abidin Ekoputro yang merupakan peneliti alumnus UGM, dan Abdul Aziz Muslim yang merupakan staf anggota DPD-RI.

Menurut Andi, buku ini secara umum melihat bahwa persoalan tembakau terkait dengan segala macam aspek, baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Tembakau bukan hanya terkait masalah kesehatan dan ekonomi, tapi banyak aspek lainnya seperti budaya,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kebijakan apa pun soal tembakau harus memerhatikan kompleksitas itu, agar permasalahannya bisa diselesaikan dengan baik. “Jangan sampai para petani tembakau dan para pekerja di bidang pembuatan rokok, dan lainnya justru dikorbankan,” katanya.

Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan dan memikirkan nasib petani tembakau yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya di Jawa seperti Temanggung, Sumedang, Demak, dan Pemekasan, serta di beberapa daerah di Sumatera.

Andi mengatakan, buku yang ditulisnya bersama lima rekannya itu menguak kompleksitas permasalahan yang dialami petani tembakau. Namun perlu diingat, kata dia, tembakau memberikan perekonomian penting bagi daerah.

Beberapa tahun belakangan, kata Andi, rokok memungkinkan tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan tembakau menyerap tenaga kerja yang besar dan memberikan efek domino dalam siklus industri tembakau. “Sayangnya, peran penting Kementerian Pertanian dikalahkan peran penting tengkulak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, mengatakan tembakau merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, karena kontribusi tembakau terhadap perekonomian lokal maupun nasional cukup menonjol.

Tembakau juga bisa membangun jaringan sosial, bahkan menjadi kultur yang mewarnai kehidupan sehari-hari di masyarakat. “Di Sumedang, Temanggung, Kudus, Malang, Pamekasan, dan lainnya, tembakau menjadi komoditas yang menggerakkan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

*)Republika, 13 Oktober 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan