-->

Kronik Toggle

Novelis Jostein Gaarder: Anak-anak Adalah Filosof

JAKARTA – Siapakah sesungguhnya yang layak disebut filsuf di muka bumi ini? Apakah ahli filsafat dari Yunani atau profesor filsafat dari universitas terkemuka? Pengarang novel Dunia Sophie, Jostein Gaarder punya pendapat berbeda.

“Anak-anak adalah seorang filsuf,” ujarnya dalam acara “Lebih dekat dengan Jostein Gaarder” di toko buku Gramedia, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2011.

Gaarder mengaku banyak menggunakan karakter kanak-kanak dalam tokoh-tokoh novelnya untuk menyampaikan pesan-pesan filosofi. “Anak-anak itu menakjubkan. Mereka tidak mengkategorikan filsafat,” ujar pria 59 tahun ini.

Tercatat novel Dunia Sophie, Gadis Jeruk, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken menjadikan anak-anak sebagai tokoh utamanya. Meski kanak-kanak, pesan dalam cerita tersebut disampaikan secara filosofi.

Menurut Gaarder, banyak pertanyaan kanak-kanak yang sebenarnya sangat filosofis. Pertanyaan seperti kenapa belalai gajah itu panjang adalah salah satu contohnya. Ia bercerita bahwa anak seorang rekannya mempertanyakan pidato mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush. “Kenapa dia (Presiden Bush) selalu berkata ‘God bless America’,” tutur dia.

Pernyataan anak usia 6 tahun tersebut menyiratkan bahwa sang anak mempertanyakan apakah Tuhan hanya untuk orang Amerika. “Anak-anak dapat mengkoreksi orang dewasa,” ujar pria kelahiran Norwegia itu. Demikian situs daring tempointeraktif, 11 Oktober 2011.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan