-->

Literasi dari Sewon Toggle

Koleksi Hamka (Plagiat)

Hamka adalah sebuah fenomenal. Ia seorang ulama besar yang di dalam penjara menghasilkan tafsir Al-Azhar yang monumental itu. Ia juga seorang ulama kharismatik. Pernah menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saat heboh “assalamu’alaikum” dan Undang-Undang Perkawinan, Hamka ada di sana.

Tapi, Hamka yang dirangkumkan di sini adalah Hamka yang bukan ulama, melainkan Hamka yang sastrawan. Dan ia pernah berada dalam pusaran skandal yang sampai kini kasusnya terambangkan. Kasus itu hanya ada dalam memori. Perpustakaan Gelaran Ibuku mencoba menampilkan kembali memori yang ngambang itu. Ke sebuah generasi. Hari ini. Terkini. Kiwari.

1. Magdalena: Di Bawah Naungan Bunga Titilia karya Al-Manfaluthi/Alfonso Karr

Buku ini adalah karya yang menurut redaksi “Lentera”/Bintang Timur yang diplagiasi oleh Hamka.

2. Tenggelamnya Kapal van der Wyck karya Hamka

Buku yang hingga 1962 telah tercetak sebanyak 80 ribu eksemplar ini menjadi terdakwa dalam skandal sastra Indonesia. Menjadi tak mengherankan bila A. Teeuw dalam buku “Pokok dan Tokoh” tak memasukkan karya ini sebagai “karya” Hamka.

3. Kliping Plagiat Hamka

Data-data dalam bundel kliping ini adalah senarai rekam perdebatan isu plagiat Hamka atas “Van Der Wyck” atas “Magdalena”. Tahun dalam kliping ini utamanya berkisar pada 1962-1964.

4. Aku Mendakwa Hamka Plagiat: Skandal Sastra Indonesia 1962-1964 karya Muhidin M Dahlan

Buku ini menampilkan kembali perdebatan itu dengan diakhiri konteks bagaimana sikap kita terhadap isu plagiarisme.

Demikian koleksi “Plagiat Hamka” ditampilkan perpustakaan Gelaran Ibuku. Salam.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan