-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Pertama Oktober 2011

candik ala KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

Kedaulatan Negara Versus Kedaulatan FIFA
Karya DR Hinca IP Pandjaitan XIII, SH MH ACCS
Resensi ditulis Wildani Hefni
Dimuat KOMPAS, 2 Oktober 2011

Penulis mengungkapkan bahwa FIFA adalah federasi internasioanal sepak bola yang  menguasai dan memiliki kedaulatan atas sepak bola. Namun, penyelenggaraan kompetisi sepak bola professional juga membutuhkan jaminan hukum dan keamanan dari negara yang dituangkan dalam mekanisme perizininan karena itu, sejatinya penyelenggaraan kompetisi dan ruang lingkup lainnya tak hanya dimiliki FIFA. Negara juga ikut andil. Meski semua kajian hukum sepak bola dibeberkan untuk membuktikan kekuasaan FIFA atas sepak bola internasional, namun buku ini justru “mengaburkan” kesahihannya sendiri.

Islam “Mahzab” Fadlullah
Karya Husein Ja’far al Hadar
Resensi ditulis Ahmad Taufik
Dimuat KORAN TEMPO, 2 Oktober 2011

Buku tentang Fadlullah ditulis pengamat masalah keislaman dan Politik Timur Tengah, Husein Ja’far. Namun, berkaitan dengan Yahudi, kaum yang dimusuhi banyak orang Islam secara salah, Fadlullah, ulama asal kota suci Najaf, Irak, justru menyarankan umat Islam berdamai dan menjalin persaudaraan dengan kalangan Yahudi Ortodoks di satu pihak, tapi memerangi kalangan Yahudi-Zionis di pihak lain. Fadlullah juga tak setuju atas gerakan jihad berbasis anarkisme yang diserukan oleh Taliban. Fadlullah menilai Taliban telah salah kaprah dalam menerapkan metode jihad dalam Islam.

Sendratari Mahakarya Borobudur
Karya Timbul Haryono dkk
Resensi ditulis Hendra Sugiantoro
Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 2 Oktober 2011

Diawali dengan pemaparan sejarah Candi Borobudur, buku ini memaparkan data dan fakta semenarik mungkin. Candi yang berlatarbelakang agama Buddha ini berdekatan dengan pertemuan dua sungai, yakni Sungai Elo dan Sungai Progo. Tema yang diangkat sebagai pijakan adalah sejarah dibangunnya Candi Borobudur di bawa kejayaan Maharaja Samaratungga. Alur ceritanya meliputi lima adegan : (1) kehidupan masyarakat  di bukit Menoreh, (2) Kebesaran Kerajaan Mataram Kuno, (3) Gotong Royong Masyarakat di bukit Menoreh, (4) Pembangunan Candi Borobudur, dan (5) berdoa.

Moral dan Etika Elit Politik
Karya Prof Dr Nanat Fatah Natsir
Resensi Ditulis Tommy Setiawan
Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 2 Oktober 2011

Melihat gambaran tingkah laku para elite politik, maka hadirnya buku ‘Moral dan Etika Elite Politik’ Karya Prof Dr Nanat Fatah Natsir ini sangatlah penting guna menyelesaikan problematika yang terjadi pada elite politik kita. Dengan Bangsa Indonesia yang sedang tertimpa krisis multidimensi dari berbagai aspek sehingga dalam hal ini rakyat mempertanyakan tentang kemampuan elite politik kita dalam menyelesaikan berbagai problem itu.

The Survivors Club
Karya Ben SherWood
Resensi ditulis Susie Evidie Y
Dimuat REPUBLIKA, 2 Oktober 2011

Buku ini sebagai kunci menuju rahasia-rahasia dari mereka dari mereka yang hidup dan yang tewas, serta menunjukan bagaimana manusia dapat meningkatkan kesempatan hidup dalam setiap jenis bahaya. Buku ini mengumbar taktik dan strategi  sebelum musibah itu datang. Di antaranya, Ben menceritakan sorang nenek dengan berat 65 kg yang dapat mengangkat mobil Chevy Impala seberat 1.500 kilogram dari atas tubuh putranya.

Candik Ala 1965
Karya Tinuk R Yampolsky
Resesnsi ditulis Bandung Mawardi
Dimuat SUARA MERDEKA, 2 Oktober 2011

Cerita bergerak pada tokoh Nik, perempuan dari keluarga sederhana, tapi rentan dengan kisruh politik 1965. Nik mengisahkan diri saat usia 7 tahun, memberi kesaksian atau keruwetan  politik panas disebuah kampung di Solo. Kota tak tenang, curuga berseliweran, darah mengucur, dan luka-derita menghinggapi. Solo berubah, kota jadi ruang seteru, ketakutan dan kematian. Kesaksian ala bocah ini memeberika deskripsi naif: politik panas 1965 tak meski sesak bahasa-bahasa politis dan sarkastik. Pemakaian judul Cerdik Ala 1965 cukup memeberi pikat atas kemauan cerita, pergolakan dari tokoh dan kota.

Long Live My Family: Komik Biografi Endank Soekamti
Karya Tony Trax
Resensi ditulis Igy
Dimuat  TRIBUN JOGJA, 2 Oktober 2011

Dalam buku ini menorehkan kisah kesuksesan Endank Soekamti yang mendapatkan banyak penggemar fanatic yang tersebar diseluruh wilayah, termaksud Mesir.Komik besutan Tony Trax ini dibalut dalam dalam atmosfir kocak. Namun, jangan harap melihat sajian runtutan gambar bak komik ini. Justru yang akan ditemui adalah balon-balon serta teks dan celetukan-celetukan konyol yang memenuhi setiap lembarnya.

candik alaKABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

Kedaulatan Negara Versus Kedaulatan FIFA

Karya DR Hinca IP Pandjaitan XIII, SH MH ACCS

Resensi ditulis Wildani Hefni

Dimuat KOMPAS, 2 Oktober 2011

Penulis mengungkapkan bahwa FIFA adalah federasi internasioanal sepak bola yang  menguasai dan memiliki kedaulatan atas sepak bola. Namun, penyelenggaraan kompetisi sepak bola professional juga membutuhkan jaminan hukum dan keamanan dari negara yang dituangkan dalam mekanisme perizininan karena itu, sejatinya penyelenggaraan kompetisi dan ruang lingkup lainnya tak hanya dimiliki FIFA. Negara juga ikut andil. Meski semua kajian hukum sepak bola dibeberkan untuk membuktikan kekuasaan FIFA atas sepak bola internasional, namun buku ini justru “mengaburkan” kesahihannya sendiri.

Islam “Mahzab” Fadlullah

Karya Husein Ja’far al Hadar

Resensi ditulis Ahmad Taufik

Dimuat KORAN TEMPO, 2 Oktober 2011

Buku tentang Fadlullah ditulis pengamat masalah keislaman dan Politik Timur Tengah, Husein Ja’far. Namun, berkaitan dengan Yahudi, kaum yang dimusuhi banyak orang Islam secara salah, Fadlullah, ulama asal kota suci Najaf, Irak, justru menyarankan umat Islam berdamai dan menjalin persaudaraan dengan kalangan Yahudi Ortodoks di satu pihak, tapi memerangi kalangan Yahudi-Zionis di pihak lain. Fadlullah juga tak setuju atas gerakan jihad berbasis anarkisme yang diserukan oleh Taliban. Fadlullah menilai Taliban telah salah kaprah dalam menerapkan metode jihad dalam Islam.

Sendratari Mahakarya Borobudur

Karya Timbul Haryono dkk

Resensi ditulis Hendra Sugiantoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 2 Oktober 2011

Diawali dengan pemaparan sejarah Candi Borobudur, buku ini memaparkan data dan fakta semenarik mungkin. Candi yang berlatarbelakang agama Buddha ini berdekatan dengan pertemuan dua sungai, yakni Sungai Elo dan Sungai Progo. Tema yang diangkat sebagai pijakan adalah sejarah dibangunnya Candi Borobudur di bawa kejayaan Maharaja Samaratungga. Alur ceritanya meliputi lima adegan : (1) kehidupan masyarakat  di bukit Menoreh, (2) Kebesaran Kerajaan Mataram Kuno, (3) Gotong Royong Masyarakat di bukit Menoreh, (4) Pembangunan Candi Borobudur, dan (5) berdoa.

Moral dan Etika Elit Politik

Karya Prof Dr Nanat Fatah Natsir

Resensi Ditulis Tommy Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 2 Oktober 2011

Melihat gambaran tingkah laku para elite politik, maka hadirnya buku ‘Moral dan Etika Elite Politik’ Karya Prof Dr Nanat Fatah Natsir ini sangatlah penting guna menyelesaikan problematika yang terjadi pada elite politik kita. Dengan Bangsa Indonesia yang sedang tertimpa krisis multidimensi dari berbagai aspek sehingga dalam hal ini rakyat mempertanyakan tentang kemampuan elite politik kita dalam menyelesaikan berbagai problem itu.

The Survivors Club

Karya Ben SherWood

Resensi ditulis Susie Evidie Y

Dimuat REPUBLIKA, 2 Oktober 2011

Buku ini sebagai kunci menuju rahasia-rahasia dari mereka dari mereka yang hidup dan yang tewas, serta menunjukan bagaimana manusia dapat meningkatkan kesempatan hidup dalam setiap jenis bahaya. Buku ini mengumbar taktik dan strategi  sebelum musibah itu datang. Di antaranya, Ben menceritakan sorang nenek dengan berat 65 kg yang dapat mengangkat mobil Chevy Impala seberat 1.500 kilogram dari atas tubuh putranya.

Candik Ala 1965

Karya Tinuk R Yampolsky

Resesnsi ditulis Bandung Mawardi

Dimuat SUARA MERDEKA, 2 Oktober 2011

Cerita bergerak pada tokoh Nik, perempuan dari keluarga sederhana, tapi rentan dengan kisruh politik 1965. Nik mengisahkan diri saat usia 7 tahun, memberi kesaksian atau keruwetan  politik panas disebuah kampung di Solo. Kota tak tenang, curuga berseliweran, darah mengucur, dan luka-derita menghinggapi. Solo berubah, kota jadi ruang seteru, ketakutan dan kematian. Kesaksian ala bocah ini memeberika deskripsi naif: politik panas 1965 tak meski sesak bahasa-bahasa politis dan sarkastik. Pemakaian judul Cerdik Ala 1965 cukup memeberi pikat atas kemauan cerita, pergolakan dari tokoh dan kota.

Long Live My Family: Komik Biografi Endank Soekamti

Karya Tony Trax

Resensi ditulis Igy

Dimuat  TRIBUN JOGJA, 2 Oktober 2011

Dalam buku ini menorehkan kisah kesuksesan Endank Soekamti yang mendapatkan banyak penggemar fanatic yang tersebar diseluruh wilayah, termaksud Mesir.Komik besutan Tony Trax ini dibalut dalam dalam atmosfir kocak. Namun, jangan harap melihat sajian runtutan gambar bak komik ini. Justru yang akan ditemui adalah balon-balon serta teks dan celetukan-celetukan konyol yang memenuhi setiap lembarnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan