-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Kedua Oktober 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

Who Wants To Be  A Smiling Investor

Karya Lukas Setia Atmaja & Thomdean

Resensi ditulis Garin Nugroho

Dimuat KOMPAS, 9 Oktober 2011

Buku kartun investasi ala Indonesia ini memeberikan pengetahuan  bagi pembaca, yakni konsep-konsep dasar, elaborasi, analisis, dan kiat-kiat. Sebutlah pertandingan pengetahuan sederhana antara konsumsi dan investasi, disertai contoh kehidupan sehari-hari  lokal Indonesia, sehingga efektif. Inilah metode berbagai pengetahuan yang diolah serius, ditampilkan secara nakal dan kocak. Lewat kecerdikannya, penulis mengolah bahasa gaul sebagai ruang pengetahuan yang menjadi daya pengetahuan dan daya hidup masyarakat.

Nyanyian Angin di Celah Gemunung Himalaya

Karya Sieling Go

Resensi ditulis Anwar Siswadi

Dimuat KORAN TEMPO, 9 Oktober 2011

Perjalanan panjang selama 21 hari dituangkan Ling dalam buku Nyanyian Angin di Celah Gemunung Himalaya, yang diluncurkan di Ballroom Eldorado, Bandung, 25 September 2011. Buku ini tak melulu berisi catatan perjalanan Ling yang emosional, tapi juga dilengkapi dengan deskripsi lokasi, harga dan jenis makanan, onkos charge baterai kamera, telepon satelit, kondisi lodge (penginapan rumah kayu) yang layak disinggahi, cerita masyarakat Nepal, buadaya, serta dokumentasi  flora dan fauna Pegunungan Himalaya.

Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang (Kisah Inspiratif Dahlan Iskan)

Karya Ishadi S.K

Resensi ditulis Benni Setiawan

Dimuat JAWA POS, 9 Oktober 2011

Dahlan Iskan merupakan sosok fenomenal. Ditangannya, Jawa Pos menjadi raksasa bisnis Koran di Indonesia. Tidak kurang dari 190 koran lokal lahir ditangan dinginnya. Dia juga membidani lahirnya 34 televisi lokal, percetakan, bisnis listrik, dan perkebunan. Dahlan Iskan seorang wartawan jebolan pesantren, hanya butuh satu tahun untuk mengatasi masalah itu. Sehingga Dahlan yang menjabat direktur utama/CEO PLN tersebut pada 27 Oktober 2010, kemudian diulang lagi delapan bulan kemudian pada 17 Juni 2011, berani menantang lewat program  Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grass). Buku ini tidak hanya mendedah keberhasilan Dahlan Iskan dalam menata dan memajukan PLN. Namun, buku ini juga menyajikan kesederhanaan dan semangat keberanian yang dimilikinya dalam memimpin. Memimpin ala jurnalistik yang mampu menyelesaikan persoalan listrik.

Ma’rifat di Padang Arafah

Karya Agus Mustofa

Resensi ditulis Nailunni’am Lc

Dimuat JAWA POS, 9 Oktober 2011

Dalam buku ini, Agus mencoba menyusun serpihan-serpihan hikmah yang berhamburan disekitar Padang Arafah. Dengan cerdas, dia menceritakan berbagai kisah para Nabi menyingkap hikmahnya, dan mendalami tiap cerita tentang Padang Arafah. Padang itu adalah padang tempat Rasulullah SAW memberikan wasiat umum terakhir kepada umatnya.

Orang Kristen Naik Haji

Karya Augustus Raili

Resensi ditulis Irawan Fuadi

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 9 Oktober 2011

Di buku inilah kisah ‘perjalanan berbahaya’ para orientalis pada abad ke-19. Buku yang dalam versi Bahasa Indonesia di beri judul Orang Kristen Naik Haji. Banyak tokoh orientalis direkam jejaknya dalam buku ini, salah satunya adalah Christian Snouck Hurgronje. Hurgronje menyamar dengan nama Abdul Gaffar yang dilahirkan di Brabanat bagian utara Belanda itu pengembaraan intelektualnya mengantarkan menyandang gelar Doktor debgan disertasi berjudul ‘Alasan-alasan Nabi Muhammad Mengadopsi Kebiasaan Pra-Islam dalam Ibadah Haji’. Tujuan perjalanan ini semata untuk objektivitas dan ilmu pengetahuan. Ia ingin mempelajari pengaruh Islam terhadap kehidupan sosial politik dalam masyrakat yang belum tersentuh oleh pengaruh peradaban Barat.

Etika Publik untuk Integritas Pejabat Publik dan Politisi

Karya Haryatmoko

Resensi ditulis Muhammad Muhlisin

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 9 Oktober 2011

Buku ini hadir dengan tujuan membantu memecahkan permasalahan pelik yang terjadi selama ini. Bukan untuk menambah perdebatan panjang atau permasalahan. Penulis buku ini menandaskan etika bukan hanya sebagai kode etik atau norma belaka. Melainkan sarana untuk mengoreksi diri dalam menjalankan tugas dan wewenang pejabat. Etika publik memiliki kontribusi dalam memperhatikan konsekuensi etis.

PHK Bukan Kiamat

Karya Djoko Sungkono Franz Dirgantoro

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 9 Oktober 2011

Buku ini sebagai spirit mengajak bangkit kembali bagi siapa pun yang mengalami kehilangan pekerjaan. Stop mengeluh , hanya semakin menghabiskan waktu. Muliailah bangkit! Buku setebal 200 halaman ini diawali tips empat minggu menuju sukses pascapensiun. Selanjutnya dibutuhkan persiapan mental, baik bagi diri sendiri maupun keluarga sebelum mendapat pekerjaan baru. Penulis juga menampilkan pengalaman berharga para pensiunan dan korban PHK yang malah menjadi sukses.

Etika Publika untuk Integritas Pejabat Publik dan Politis

Karya Haryatmoko

Resensi ditulis Bernando J Sujibto

Dimuat SUARA MERDEKA, 9 Oktober 2011

Buku yang ditulis oleh Haryatmoko ini menjadi kitab wajib yang harus dipahami oleh semua pejabat publik Indonesia. Ia telah melakukan riset sangat istimewa. Fokus utama kajian etika publik yang ditulis Pak Moko adalah modalitas etika, yaitu bagaimana norma moral, yakni apa yang seharusnya dilakukan, dengan tindakan factual. Namun sayang Pak Moko dalam buku ini tidak memperjelas atau memberikan porsi pembahasan untuk menganalisis “sanksi” dalam konteks etika (pejabat) publik yang seringkali dilanggar.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan