-->

Kronik Toggle

Hitler Meninggal di Argentina, bukan di Berlin

KEAKURATAN mengenai kapan dan sebab kematian Adolf Hitler kembali dipertanyakan. Sebuah buku yang ditulis seorang wartawan Inggris menyebutkan pemimpin Nazi tersebut ternyata bukan meninggal karena bunuh diri di Berlin, melainkan di Argentina karena usia tua.

Demikian yang tertulis dalam buku Grey Wolf: The Escape of Adolf Hitler, karya wartawan Inggris Gerrard Williams yang menemukan sejumlah bukti kuat mengenai akhir hayat orang yang paling dicari tentara Sekutu di Perang Dunia II tersebut.

Dalam buku yang ditulis Williams tersebut terdapat bukti-bukti berupa dokumen yang menyebutkan kalau Hitler bersama istrinya, Eva Braun, diam-diam diterbangkan keluar dari Jerman pada April 1945. Hitler diterima fasis Argentina dan tinggal di negara itu selama 17 tahun sampai kematiannya pada 1962.

“Kami tidak ingin menulis ulang sejarah, namun bukti yang telah kami temukan bahwa Adolf Hitler berhasil lolos adalah terlalu besar untuk diabaikan,” kata Williams yang mengaku melakukan penelitian sejumlah dokumen dan tes forensik sebelum menulis buku tersebut kepada Sky News, Senin (17/10).

“Sejumlah bukti yang sangat kuat menunjukkan kalau Hitler meninggal pada usia tua di Amerika Selatan,” lanjut Williams yang dibantu rekannya Simon Dunstan dalam menulis buku tersebut.

Sebagian sejarawan mengatakan, Hitler meninggal di sebuah bunker di Berlin pada 1945. Namun, Williams membantah hal tersebut dengan mengatakan tengkorak yang ditemukan pihak Rusia bukan milik Hitler, melainkan milik seorang wanita.

“Penemuan fragmen-fragmen tengkorak oleh pihak Rusia sebenarnya milik seorang wanita muda,” ujar Williams yang bersama Dunstan melakukan penelitian lapangan yang intensif di Argentina, termasuk mewawancarai banyak saksi mata mengenai kehadiran Hitler di sana.

Selain menulis beberapa bukti mengenai keberadaan Hitler di Argentina, Williams dan Dunstan juga memaparkan bagaimana cara Hitler lolos dari sergapan tentara Sekutu. Dalam buku itu tertulis bahwa intelijen AS terlibat dalam proses pelarian Hitler dengan imbalan akses ke teknologi perang Nazi.

“Stalin, Eisenhower dan Hoover dari FBI, semuanya tahu tidak ada bukti kalau dia (Hitler) mati di dalam bunker,” kata Williams. “Sulit untuk memahami mengapa begitu banyak materi yang sudah diterbitkan kami sajikan dalam buku ini telah diabaikan selama bertahun-tahun,” tandasnya.

Menurut rencana, buku karya Williams itu akan difilmkan dan dirilis pada Januari 2012.(PJ/X-12)

*)Mediaindonesia onlin, 18 Oktober 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan