-->

Kronik Toggle

E-book Mempermudah Pendidikan Tuna Netra

Bagi para tuna netra, kemutakhiran teknologi semakin mempermudah sarana pendidikan mereka. Sebut saja keberadaan e-book dan komputer.

Seperti yang dikatakan Satrya Indra (23) seorang tuna netra yang menjadi pengajar di YPAB Tegalsari Surabaya. Ditemui suarasurabaya.net, di Pameran dan Gelar Karya Cipta Anak Berkebutuhan Khusus Provinsi Jawa Timur, Minggu (30/10/2011), Indra menceritakan pengalamannya.

Sudah sejak 3 tahun lalu, Indra mengajar di YPAB. Disitu pula ia menamatkan pendidikan dari TK hingga SMP. Sedangkan pendidikan SMA, ia mendapatkan di Giki 3 dan mengambil S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Surabaya. Selama mengenyam pendidikan, ia merasaka betul teknologi saat itu yang belum banyak membantu tuna netra.

“Kalau dulu, masih pakai mesin ketik yang manual. Susah, apalagi kalau harus mencetak buku berhuruf braille sendiri,” ungkap pria kelahiran Surabaya 22 Juni itu.

Tapi mulai 2003, perkembangan teknologi mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan. Lewat aplikasi Jaws, para tuna netra bisa mengetik dengan komputer.

Printer khusus braille pun sudah tersedia. Bahkan, mencetak buku sendiri juga bisa. Tidak perlu mengetik ulang. “Tinggal softcopy dimasukkan ke komputer terus diformat braille,” ujarnya.

Fasilitas internet memang bisa membantu sarana pendidikan para tuna netra. Internet memungkinkan buku-buku cetak tersedia dalam bentuk e-book yang bisa didonwload. Dengan begitu, softcopy buku tersebut bisa diperoleh dengan mudah. Selanjutnya, tinggal dimasukkan ke dalam komputer yang memiliki format braille, jadilah buku-buku itu bisa dibaca pula oleh tuna netra.

Hanya saja, diakui Indra, donasi untuk tuna netra masih dirasanya kurang. Di Jakarta, donatur khusus untuk tuna netra sudah ada. Maklum, software braille untuk komputer dan printer khusus tuna netra tidaklah murah. Harganya sekitar Rp 12 juta.

Tidak semua sekolah tuna netra memiliki komputer yang dilengkapi software braille. Karena itu, mereka berharap di Surabaya ada donatur yang bisa membantu para tuna netra mendapatkan fasilitas yang menunjang pendidikan mereka.(git)
*)suarasurabaya 30 Oktober 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan