-->

Kronik Toggle

Ada Pedagang Kitab di Binnale Seni Rupa Jatim IV 2011

SURABAYA, IBOEKOE-Setelah kemarin dilakukan upacara pembukaan di Galery House of Sampoerna, Rangkaian pembukaan Biennale Seni Rupa Jawa Timur  IV 2011 digelar AJBS Gallery di Jl Ratna 14, Surabaya hari ini (17/10). Acara diawali dengan diskusi bertema “Posisi dan Praktik Wacana Seni Rupa Kontemporer” yang menghadirkan pembicara Aminudin Th Siregar, Audivacx, Syarifudin, Agus Koecink, dan dimoderatori oleh Djuli Djatiprambudi.

Diantara 29 perupa yang menampilkan karya di AJBS Gallery, ada satu peserta yang mengambil tema buku dalam karyanya. Mereka adalah Komunitas Studi Media “Kinetik” dari Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur. Menempati ruang di lantai 2 Gallery AJBS, Kinetik menyuguhkan video dokumentasi dan istalasi tentang profil Ali, seorang pedagang buku di kawasan Ampel, Surabaya.

Ali adalah pemuda keturunan Arab pemilik toko buku dan kitab Islam “CAHAYA” di Jalan Sasak Surabaya. Usaha toko buku ini adalah warisan dari orangtuanya yang pulang dari Belanda dan membawa modal cukup untuk buka toko sekira tahun 1985. Ali yang suka membaca,  memilih melanjutkan usaha keluarga ini setelah gagal menempuh ujian masuk perguruan tinggi. Tahun 90-an Ali membuka toko sendiri.

Toko buku Ali menyediakan sekitar 300 judul buku dan kitab islam. Buku yang paling murah adalah Al Qur’an karena halamannya tebal dan diproduksi massal. Buku paling laris adalah kitab Bahasa Arab karena pemesannya banyak. Biasanya dari pondok-pondok pesantren. Harga kitab Bahasa Arab juga lebih murah. Kitab terjemahan harganya lebih mahal karena peminatnya jarang, umumnya orang-orang awam. Terjemahan kitab-kitab itu ada yang dalam Bahasa Indonesia, Jawa, dan Madura.

Profil Ali si pedagang kitab diangkat oleh Komunitas Kinetik dengan maksud untuk mengetahui pengaruh teks arab terhadap perkembangan Islam di Surabaya yang terentang panjang mulai dari hukum islam, sastra, tata cara dagang, hingga hal-hal gaib.

Aditya Adi Negoro, salah satu programmer proyek ini mengatakan,”Ali Pedagang Buku Islam ini adalah seri pertama dari proyek riset Kinetik untuk memetakan etnografi masyarakat Surabaya. Pendekatan teks ini kami pilih karena dari teks itulah penyebaran Islam dibawa oleh pedagang Arab ke Surabaya dan hingga sekarang membawa pengaruh cukup signifikan pada perkembangan Islam di Surabaya. Kisah Ali adalah representasi bagaimana sastra Arab mempengaruhi perkembangan Islam di Surabaya”.

Peredaran teks-teks Arab ini secara tidak langsung mendorong pertumbuhan lingkar pedagang, distributor, dan penerbit yang ikut menopang ekonomi kota. Dari kitab-kitab yang dipajang di sekitar video dapat terbaca ragam kitab dan buku yang diterbitkan penerbit-penerbit di Surabaya.

Sebut saja misalnya Karya Ilmu yang menerbitkan buku Siksa Neraka, Kisah 25 Nabi dan Rasul, Bintang Usaha Jaya dengan buku Fungsi Pentabiban dalam Islam, Senjata Pegangan Kaum Muslim: Amalan Para Wali, Mujarobat Lengkap, Bintang Terang 99 degan Seribusatu Apa Arti Mimpi, Apollo dengan buku Kaligrafi, Media Pustaka dengan Perjuangan Wali Songo, dan sederet nama lain yang sulit ditelusur keberadaannya seperti Amolia, Serba Jaya, Bursa Ilmu, Penerbit Iman, dan sebagainya.

Biennale Senirupa Jatim IV ini sendiri akan digelar hingga 24 Oktober 2011 di 6 tempat yaitu Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL), Galeri AJBS, Galeri Orasis, Galeri Merah Putih, GO Art Space Gallery, dan House of Sampoerna. (DS)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan