-->

Kronik Toggle

Pidi Baiq Siap Luncurkan Drunken Memory

Bandung – Penulis Pidi Baiq sedang menggarap novel terakhir dari serial Drunken yang telah terbit empat edisi sejak 2008, judulnya Drunken Memory. Novel ini rencananya akan diluncurkan November nanti. Isinya berkisah tentang pengalaman nakal masa kecilnya hingga duduk di sekolah menengah. 

Kisah itu belum diangkat dalam novel-novel sebelumnya. Gagasannya berasal dari kerinduan akan masa kecil lelaki kelahiran Bandung yang kini berusia 39 tahun itu. “Kejahatan dulu sangat indah untuk dikenang, saya tiba-tiba rindu,” kata dosen di Institut Teknologi Bandung itu kepada Tempo akhir pekan lalu.

Salah satu kenakalan Pidi ketika masih anak-anak yang diceritakan ke Tempo yaitu menulis kata “Allah” dalam bahasa Arab di sandal jamaah pengajian dekat rumahnya. Seusai pengajian, mereka terpaksa pulang sambil menenteng sandalnya masing-masing karena takut menginjak-injak nama Allah.

Pidi mengatakan, novel kelimanya itu sekaligus untuk menamatkan serial Drunken. Alasannya, lulusan Seni Rupa ITB itu tak ingin mengikuti selera pembaca. “Menulis untuk pembaca itu sangat mengganggu untuk saya. Saya bisa dapat kecewa banyak,” ujarnya.

Sejak 2008, Pidi membuat novel yang berisi kisah dan masalah kesehariannya di keluarga dan lingkungan rumahnya dengan humor. Dimulai dari Drunken Monster, lalu menyusul Drunken Molen, Drunken Mama, dan Drunken Marmut. Kata Drunken dipilih agar karyanya terkesan hebat seperti tokoh film kung fu drunken master, yang dibintangi Jacky Chan.

ANWAR SISWADI

*)Tempointeraktif, 5 September 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan