-->

Kronik Toggle

Pemerintah Dominasi Pasar dan Penerbit

YOGYAKARTA – Di Yogyakarta, saat ini pemerintah telah mendominasi pasar dan penerbit untuk buku sekolah. Akibatnya, dua tahun terakhir, pasar buku-buku sekolah di sejumlah penerbit dan toko buku di Yogyakarta sepi.

Hal tersebut terjadi akibat banyak sekolah kini beralih memakai buku yang didanai dengan bantuan operasional sekolah (BOS). ”Saat ini, kami tinggal mengandalkan buku-buku mata pelajaran Agama. Buku-buku pelajaran lain sebagian besar sudah memakai dana BOS semua,” kata Asisten Manajer Bidang Buku Pendidikan dan Umum Penerbit dan Percetakan Kanisius Chris Subagya, Senin (5/9) di Yogyakarta.

Menurut Chris, buku-buku BOS banyak dicari sekolah-sekolah swasta yang lemah secara ekonomi. Karena itu, kini tinggal sekolah-sekolah swasta yang mapan secara finansial yang masih memanfaatkan buku-buku pelajaran non-BOS.

”Untuk mengantisipasi hal ini, kami bekerja sama dengan Yayasan Sekolah Kanisius yang memang bekerja sama dengan kami dan secara khusus menerapkan paradigma pedagogi reflektif,” paparnya.

Strategi yang masih diandalkan oleh penerbit buku adalah mencari kekhususan materi yang tidak diambil oleh pemerintah atau penerbit rujukan pemerintah. ”Murid harus memperoleh nilai-nilai hidup dan bukan sekadar lulus ujian,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Area Toko Buku Diskon Toga Mas Yogyakarta Sheny Wardani mengatakan, tidak semua dana BOS dialokasikan untuk buku-buku pelajaran, tetapi juga untuk buku-buku pengetahuan umum dan pengisi perpustakaan.

”Penurunan memang ada, tetapi secara umum pasar buku sekolah tetap ramai. Apalagi sekolah-sekolah bonafide kini tetap pakai buku sekolah yang diterbitkan oleh penerbit yang dipercaya mereka,” ucapnya.

Tahun lalu, menurut Sheny, banyak sekolah yang memakai buku-buku elektronik yang disediakan pemerintah. Namun, akhirnya banyak sekolah yang tidak puas dengan isi buku-buku elektronik.

Berkembang

Sementara itu, pasar buku untuk masyarakat umum di Kupang saat ini mengalami kemajuan. Peningkatan pertumbuhan itu mencapai 30 persen per tahun.

Store Manajer Toko Buku Gramedia Kupang Chrispianus Wahyu Raharja di Kupang, Senin (5/9), mengatakan, prospek bisnis buku di Kupang khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya cukup bagus. Ini, antara lain, terbukti dengan rencana hadirnya toko buku Toga Mas di Kupang dalam waktu dekat.

”Persoalan yang dihadapi toko buku di Kupang, termasuk toko buku Gramedia, buku kurang lengkap atau ketersediaan buku terbatas. Permintaan judul-judul tertentu sering tidak bisa terlayani. Artinya, animo masyarakat terhadap minat baca buku terus meningkat,” kata Wahyu.

Buku yang paling diminati adalah jenis buku pelajaran dan novel. Peningkatan penjualan buku di toko buku Gramedia, misalnya, pada bulan Juli mencapai 5 persen, dan pada bulan Agustus 8 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Buku yang terjual di toko buku yang berjaringan luas secara nasional itu mencapai 19.000 judul, antara lain kamus (buku referensi), bahasa, anak-anak, kedokteran, dan buku sekolah.

Saat ini, toko buku di Kupang ada lima. Selain Gramedia, empat toko buku lainnya yaitu Suci, Semangat, Nusa Indah, dan toko buku Logos.

Sumber: Kompas, 6 September 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan